bisnis

Kenangan mendiang di Pasar Mati

Pakaian dijual di pasar itu peninggalan orang sudah meninggal.

16 Januari 2017 10:53

Ada satu pasar amat termasyhur di Kota Jeddah, Arab Saudi. Namanya Pasar Mati karena pakaian dijual di sana merupakan peninggalan orang-orang sudah meninggal.

Beragam pakaian dijual di Pasar Mati, nama sebenarnya Pasar As-Sawarikh, adalah sumbangan dari orang-orang yang kerabatnya baru saja wafat. Para pedagang kemudian menjual pakaian-pakaian hasil donasi itu seharga 5-20 riyal per potongnya.

Peneliti ekonomi Muhammad Ali Salim bilang para pembeli di Pasar Mati biasanya imigran Afrika dan Asia berpenghasilan minim. Dia menekankan pasar itu menjadi terkenal karena ada juga pakaian bermerek mahal dijual di sana. Sebagian barang dagangan berasal dari kelebihan stok dan pakaian bekas.

As-Sawarikh dianggap sebagai pasar terbesar sejagat karena menempati lahan lebih dari satu juta meter persegi dan dihuni 15 ribu kios. Selain itu ada seribu toko menjual potongan logam dan barang-barang bekas lainnya.

Pasar Mati atau As-Sawarikh merupakan salah satu lokasi paling tersohor di Jeddah. Pasar ini sudah ada sejak tiga dasawarsa lalu.

Disebut As-Sawarikh karena lokasinya dekat dengan pangkalan militer di selatan Jeddah.

 

CEO MUbadala Petroleum Bakhit al-Katiri. (Arabian Business)

Mubadala Petroleum kuasai 20 persen saham di dua ladang gas di Indonesia

Mubadala Petroleum akan menjadi operator terbesar di Blok Andaman I dan Blok Andaman Selatan

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi naikkan harga bensin

IMF pernah memperkirakan Saudi tidak lagi mengalami defisit pada 2023.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Presiden Bursa Berlian Israel Yoram Dvash berpose bareng Mufti Hamka, pengusaha dari Indonesia. (Israel Diamond Exchange)

Delegasi pebisnis Indonesia kunjungi Bursa Berlian Israel

Awal bulan ini, Presiden Bursa Berlian Dubai Ahmad bin Sulayim juga datang menghadiri pertemuan Forum Berlian Dunia sekaligus mengunjungi Bursa Berlian Israel.





comments powered by Disqus