bisnis

Bursa New York jadi pilihan Aramco buat IPO

IPO akan dilakukan pada semester kedua 2018.

18 Januari 2017 12:50

Presiden sekaligus CEO Saudi Arabia Oil Company Aramco Amin Nasir kemarin bilang NYSE (Bursa Saham New York) di Kota New York sebagai salah satu pilihan untuk melakukan IPO ( penjualan saham perdana).

"Kami menyasar semua bursa besar. Aramco serius mempertimbangkan semua pasar saham, termasuk New York, London, Hong Kong, dan lainnya," kata Nasir kepada Al-Arabiya di sela pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Kota Davos, Swiss. " Kami terus mengkaji semua bursa, termasuk New York, meski ada JASTA.

JASTA adalah sebuah beleid mengizinkan pejabat atau pemerintah negara asing terlibat serangan teror di Amerika Serikat diadili. Kongres Amerika mengesahkan undang-undang diajukan oleh persatuan keluarga korban serangan 11 September 2001 di New York. Mereka mengklaim sejumlah pejabat Saudi terlibat dalam teror dilakukan Al-Qaidah itu.

Nasir menambahkan Aramco masih tetap berpatokan pada rencana untuk IPO di semester kedua 2018. 

Mengenai Bursa Saham London mensyaratkan 25 persen dari total saham IPO, dia mengatakan hal ini masih dibahas dengan pihak berwenang Inggris. 

Nasir menekankan Aramco adalah perusahaan besar dan akan ada 25 miliar saham dilepas ke publik saat IPO. Jumlah ini lebih besar dari IPO dilakoni Alibaba, perusahaan belanja daring asal Cina. " Kami hanya ingin menjual lima persen saham saja dan semua bursa mau serta siap bekerja sama dengan Aramco," ujarnya.

Dia memastikan sebagian besar IPO akan dilaksanakan di Bursa Saudi atau Tadawul.

Sejumlah pihak memperkirakan IPO lima persen saham Aramco ini bakal menjadi yang terbesar sepanjang sejarah di dunia. Nilainya minimal US$ 2,5 triliun.

Rencana IPO ini pertama kali dilontarkan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman tahun lalu.

 

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Aramco batalkan rencana IPO

Pangeran Muhammad menjelaskan IPO itu tadinya direncanakan pada semester kedua tahun ini.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

IPO Aramco hampir pasti batal

Para pejabat Saudi mengatakan IPO dalam jumlah besar di New York, London, atau Hong Kong akan memicu risiko hukum terlalu banyak.

CEO Aramco Amin Nasir dan Menteri Negara Uni Emirat Arab (UEA) sekaligus CEO ADNOC Group Sultan Ahmad al-Jabir menandatangani perjanjian kerjasama untuk membangun kilang di Ratnagiri, India. (Arabian Business)

Aramco dan ADNOC patungan bangun kilang raksasa di India

Berkapasitas 1,2 juta liter sehari dan bernilai US$ 44 miliar.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR