bisnis

UEA nomor wahid untuk tujuan wisata halal dunia

Disusul Malaysia dan Turki. Pasar wisata halal global pada 2015 senilai US$ 151 miliar.

24 Januari 2017 19:16

UEA (Uni Emirat Arab) menempati peringkat pertama negara tujuan wisata halal dunia, menurut laporan berjudul 2016-2017 Global Islamic Economy Report bikinan Thomson Reuters. Disusul Malaysia dan Turki.

Laporan ini mengevaluasi negara-negara berdasarkan empat kategori: pelancong muslim yang datang, kualitas ekosistem halal mereka, kampanye kesadaran, dan kontribusssi sektor pelesiran halal terhadap lapangan kerja.

"Penelitian itu juga membuktikan makin banyak orang Islam menunjukkan ketertarikannya atas tujuan dan layanan perjalanan halal," kata Sekretaris Jenderal (IHAF) Forum Akreditasi Halal Internasional Muhammad Saleh Badri. Dia menambahkan kian penting untuk memusatkan perhatian pada industri wisata halal dan menjembatani kesenjangan yang ada.

Pasar pelesiran halal global bernilai US$ 151 miliar pada 2015 dengan tingkat pertumbuhan 4,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan pertumbuhan pasar wisata secara umum tiga persen.

Nilai pasar wisata halal ini, 72 peersen pelancongnya adalah dari negara-negara anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam), terbesar kedua setelah Cina (US$ 168 miliar) namun di atas Amerika Serikat (US$ 147 miliar).   

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus