bisnis

Kabinet Saudi setujui rencana penerapan VAT

Enam negara Arab Teluk sepakat memberlakukan VAT sebesar lima persen tahun depan.

31 Januari 2017 09:53

Kabinet Arab Saudi kemarin menyetujui rencana pemberlakuan VAT (pajak pertambahan nilai) tahun depan, seperti dilansir kantor berita resmi Saudi Press Agency.

Kabinet memutuskan penerapan VAT itu harus sejalan dengan kesepakatan dicapai GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) Juni tahun lalu.

GCC beranggotakan Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman berencana menerapkan VAT untuk pertama kali sebesar lima persen. VAT ini bakal dikenakan terhadap produk tembakau, minuman ringan dan energi.

Rencana GCC memberlakukan VAT ini sesuai rekomendasi IMF (Dana Moneter Internasional). VAT ini salah satu upaya dilakoni enam negara anggota GCC untuk menfatasi defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi naikkan harga bensin

IMF pernah memperkirakan Saudi tidak lagi mengalami defisit pada 2023.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Presiden Bursa Berlian Israel Yoram Dvash berpose bareng Mufti Hamka, pengusaha dari Indonesia. (Israel Diamond Exchange)

Delegasi pebisnis Indonesia kunjungi Bursa Berlian Israel

Awal bulan ini, Presiden Bursa Berlian Dubai Ahmad bin Sulayim juga datang menghadiri pertemuan Forum Berlian Dunia sekaligus mengunjungi Bursa Berlian Israel.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.





comments powered by Disqus