bisnis

Eropa cabut larangan terbang bagi Iraqi Airways

Maskapai milik pemerintah Irak itu diizinkan lagi memasuki wilayah udara Eropa.

03 Februari 2017 20:17

Menteri Transportasi Irak Kazim al-Hamami kemarin bilang EASA (Badan Keamanan Penerbangan Sipil Eropa) telah mencabut larangan bagi Iraqi Airways terbang di wilayah udara Benua Biru itu.

"Iraqi Airwways telah dihapus dari daftar larangan terbang dan kini dalam pengawasan EASA," kata Hamami kepada stasiun televisi pemerintah.

Eropa pada 2015 melarang maskapai milik pemerintah Irak itu terbang di atas Eropa karena tidak memenuhi syarat keamanan sesuai standar ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional).

Iraqi Airways, bermarkas di Bandar Udara Internasional Baghdad, merupakan salah satu perusahaan penerbangan tertua di Timur Tengah. Maskapai dibentuk pada Januari 1946 ini memiliki 32 armada dan melayani 38 rute penerbangan.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Arab News)

Bank sentral Saudi dan UEA akan bikin mata uang digital bersama

Mata uang digital diberi nama Abir itu rencananya keluar pada kuartal terakhir tahun ini.





comments powered by Disqus