bisnis

Konsumen di Saudi dapat kompensasi tiap kali listrik padam

Untuk pemadaman selama 24 jam, konsumen rumah tangga akan mendapat ganti rugi 75 riyal dan pelanggan non-rumah tangga memperoleh 150 riyal.

05 Februari 2017 17:45

The Electricity and Cogeneration Regulatory Authority akan mewajibkan perusahaan penyedia listrik memberi kompensasi kepada tiap konsumen saban kali listrik padam. Aturan ini berlaku mulai tahun depan.

Untuk pemadaman selama 24 jam, konsumen rumah tangga akan mendapat ganti rugi 75 riyal dan pelanggan non-rumah tangga memperoleh 150 riyal.

Kalau pemadaman lebih dari 24 jam, bakal ada tambahan kompensasi 75 riyal kepada pelanggan untuk tiap 12 jam penundaan listrik menyala.

Listrik padam mesti menyala dalam lima hari kerja. Bila lewat dari itu, perusahaan listrik harus menambah kompensasi 20 riyal untuk tiap lima hari penundaan listrik menyala.

Pelanggan baru harus sudah mendapat sambungan listrik dalam 40 hari kerja. Jika tidak, perusahaan layanan listrik akan dikenai denda 200 riyal untuk konsumen rumah tangga dan 400 riyal buat kategori non-rumah tangga.

Bila listrik diputus karena ada tunggakan, mesti dinyalakan kembali dalam tiga jam setelah pembayaran dilunasi untuk daerah perkotaan, dalam lima jam di kota kecil dan pedesaan. Jika gagal, perusahaan akan dikenai denda 75 riyal dan tambahan denda tiap tiga jam penundaan.

Bila ada pemutusan listrik, perusahaan harus memberi tahu pelanggan dalam dua hari. Jika tidak dilakukan perusahaan mesti membayar kompensasi 75 riyal kepada konsumen.

Perusahaan listrik harus menanggapi keluhan pelanggan dalam 15 hari. Jika tidak mesti membayar ganti rugi 75 riyal kepada konsumen.

Bila konsumen mengalami pemadaman lebih dari empat kali setahun dan lebih dari empat jam, mereka akan memperoleh kompensasi 200 riyal.

Pompa bensin ADNOC. (Gulf Business)

ADNOC buka pompa bensin pertama di Arab Saudi

Arab Saudi memberikan izin operasi bagi ADNOC April lalu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berlakukan sistem jalan tol mulai 2020

Dubai menjadi satu-satunya wilayah di kawasan Arab Teluk menerapkan sistem jalan tol.

Dermaga kapal tanker Nakilat-Keppel di ladang gas Ras Laffan, Qatar. (arabianoilandgas.com)

Qatar akan keluar dari OPEC pada 1 Januari 2019

Negara Arab supertajir ini ingin berfokus untuk meningkatkan produksi gasnya dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton per tahun.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman beli aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel seharga US$ 55 juta

Dalam sebuah pertemuan, perwakilan Israel menolak permintaan Arab Saudi untuk membongkar identitas pengguna sebuah akun Twitter antirezim.





comments powered by Disqus