bisnis

Retno sebut produk Indonesia berpeluang besar di pasar Mesir

"Mesir memiliki infrastruktur pelabuhan dan konektifitas baik dengan pasar di Afrika dan Timur tengah bisa dimanfaatkan oleh Indonesia," kata Retno.

05 Februari 2017 22:02

Mengawali kunjungan kerja ke Ibu Kota Kairo, Mesir, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bertemu para pengusaha Indonesia telah berinvestasi di negara Nil itu.

Dalam pertemuan ini, dia mendengarkan berbagai peluang dan tantangan dihadapi pengusaha Indonesia di Mesir.   

Beragam komoditas dan produk Indonesia, seperti minyak kelapa sawit, kopi, mie instan, dan ban kendaraan bermotor sudah unggul di pasar Mesir. "Produk Indonesia sangat kompetitif di Mesir, dengan pasar sekitar 92 juta orang di Mesir masih terdapat peluang sangat besar bagi produk lain untuk dikembangkan," kata Retno dalam siaran pers diterima Albalad.co malam ini.

Selain sebagai pasar bagi produk Indonesia, menurut Retno, Mesir dapat menjadi pintu gerbang untuk pasar Afrika dan Timur Tengah. "Mesir memiliki infrastruktur pelabuhan dan konektifitas baik dengan pasar di Afrika dan Timur tengah bisa dimanfaatkan oleh Indonesia," ujarnya.

Dari pertemuan dengan pengusaha Indonesia, Retno memperoleh informasi banyaknya minat dari pengusaha Mesir atas produk usah kecil dan menengah (UKM) asal Indonesia. Peluang pasar bagi produk seperti kerajinan tangan dan perawatan spa memiliki potensi besar. "Sekitar 90 persen pengusaha di Mesir adalah UKM dan memiliki minat atas produk dari Indonesia."

Syekh Mansur bin Zayid an-Nahyan, pemilik Manchester City. (Luxatic)

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

Pompa bensin ADNOC. (Gulf Business)

ADNOC buka pompa bensin pertama di Arab Saudi

Arab Saudi memberikan izin operasi bagi ADNOC April lalu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berlakukan sistem jalan tol mulai 2020

Dubai menjadi satu-satunya wilayah di kawasan Arab Teluk menerapkan sistem jalan tol.

Dermaga kapal tanker Nakilat-Keppel di ladang gas Ras Laffan, Qatar. (arabianoilandgas.com)

Qatar akan keluar dari OPEC pada 1 Januari 2019

Negara Arab supertajir ini ingin berfokus untuk meningkatkan produksi gasnya dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton per tahun.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR