bisnis

Indonesia-Mesir sepakat tingkatkan kerja sama ekonomi

Nilai perdagangan Indonesia-Mesir untuk Januari-Oktober 2016 mencapai US$ 1,23 miliar.

05 Februari 2017 22:31

Untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, Indonesia dan Mesir sepakat segera mengaktifkan kembali mekanisme bilateral komisi bersama tingkat menteri, terakhir dilaksanakan pada 2007.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi hari ini dalam pertemuan dengan Menteri Kerjasama Internasional Mesir Sahar Nasr di Ibu Kota Kairo, Mesir, seperti dilansir siaran pers diterima Albalad.co malam ini.

Dalam pertemuan itu, Retno meminta akses pasar bagi produk Indonesia di Mesir dibuka lebih luas. Dia menekankan tarif impor berbagai produk Indonesia masih cukup tinggi. "Kita harus mencari mekanisme bilateral dapat menurunkan tarif bagi produk Indonesia di Mesir," katanya.

Dia menyampaikan peningkatan diplomasi ekonomi ke kawasan Afrika merupakan salah satu prioritas Indonesia tahun ini. Karena itu Sahar menyambut baik  langkah Indonesia telah mengidentifikasi besarnya potensi Afrika saat ini. Untuk itu, kedua menteri sepakat untuk bekerja sama guna mendukung langkah Indonesia meningkatkan kerja sama ekonomi dengan negara-negara di Afrika.

Sahar bilang ada berbagai kesamaan kepentingan di bidang ekonomi antara Mesir dan Indonesia, seperti perhatian terhadap usaha kecil dan menengah (UKM). Dalam kaitan ini, kedua menteri akan mendorong kerja sama lebih erat antar UKM di kedua negara.

Sebagai persiapan pelaksanaan komisi bersama, kedua menteri menugaskan para direktur jenderal untuk melakukan konsultasi bilateral April mendatang, guna mengidentifikasi berbagai peluang dan hambatan teknis di bidang ekonomi. Hasil dari pertemuan tersebut akan menjadi dasar kesepakatan untuk intensifikasi kerja sama ekonomi kedua negara, khususnya di bidang perdagangan.  

Nilai perdagangan Indonesia-Mesir untuk Januari-Oktober 2016 mencapai US$ 1,23 miliar. Ekspor utama Indonesia ke Mesir antara lain minyak kelapa sawit, produk ban, benang, kopi, dan suku cadang otomotif. Sedangkan investasi Indonesia di Mesir sampai tahun lalu mencapai sekitar US$ 50 juta.

Kantor Nasdaq Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

21 Februari 2019

TERSOHOR