bisnis

Qatar sahkan beleid soal pekerja rumah tangga

Lama kerja delapan jam sehari.

09 Februari 2017 21:56

Kabinet Qatar kemarin mengesahkan rancangan undang-undang mengatur hak dan kewajiban pekerja rumah tangga - pembantu, koki, tukang kebun, sopir, dan pengasuh - seperti dilansir kantor berita Qatar News Agency.

Beleid ini juga bakal mengatur hubungan antara pekerja dan majikan.

Selama ini Qatar tidak memiliki akta tentang pekerja rumah tangga. Para pekerja tidak diminta meneken kontrak dengan bosnya. Kalau ada masalah dengan majikan, mereka tidak bisa mengadu ke Kementerian Tenaga Kerja.

Gara-gara tidak perlindungan hukum, sekitar 84 ribu perempuan pekerja rumah tangga di Qatar rawan dianiaya. Sebagian bekerja melebihi waktu semestinya, ada yang gajinya telat atau bahkan tidak dibayar, beberapa dikekang dan mendapat pelecehan seksual.

Undang-undang itu keluar enam bulan setelah Komisi Hak Asasi Manusia Qatar merekomendasikan hal tersebut, namun tidak ada penjelasan apa saja hak dan kewajiban pekerja rumah tangga.

Saat beleid ini dibahas pertama kali pada 2011 terdapat sejumlah poin. Pekerja rumah tangga mendapat fasilitas tempat tinggal dan makanan, waktu kerja delapan jam sehari, bebas beribadah.

Mereka juga harus mendapat layanan kesehatan layak dan tidak boleh dipaksa bekerja ketika sakit, mendapat jatah cuti tiga pekan setahun, bisa berhenti kapan saja, berusia minimal 18 tahun, dan jika meninggal semua biaya pengurusan termasuk pemulangan jenazah ditanggung majikan.

Syekh Mansur bin Zayid an-Nahyan, pemilik Manchester City. (Luxatic)

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

Pompa bensin ADNOC. (Gulf Business)

ADNOC buka pompa bensin pertama di Arab Saudi

Arab Saudi memberikan izin operasi bagi ADNOC April lalu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berlakukan sistem jalan tol mulai 2020

Dubai menjadi satu-satunya wilayah di kawasan Arab Teluk menerapkan sistem jalan tol.

Dermaga kapal tanker Nakilat-Keppel di ladang gas Ras Laffan, Qatar. (arabianoilandgas.com)

Qatar akan keluar dari OPEC pada 1 Januari 2019

Negara Arab supertajir ini ingin berfokus untuk meningkatkan produksi gasnya dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton per tahun.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Pemilik Manchester City pasok daging sapi ke Israel

Sampai 2012, perusahaan kepunyaan Syekh Mansur itu merupakan pemasok tunggal daging sapi ke Israel.

10 Desember 2018

TERSOHOR