bisnis

Qatar tertarik garap proyek listrik Jawa-2

CEO Nebras Power akan ke Indonesia awal bulan depan.

20 Februari 2017 17:13

Nebras Power, badan usaha milik negara Qatar, tertarik menggarap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-2 berkapasitas 800 megawatt berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi kemarin di Ibu Kota Doha, CEO Nebras Power Khalid Muhammad Jolo bilang perusahaannya sedang mengajukan tawaran bersama Medco dan kepco untuk menggarap proyek PLTGU Jawa-2 itu.

Dia menambahkan Nebras Power tengah menunggu tanggapan atas proposal diajukan bareng Medco dan Kepco itu. "Nebras Power mengharapkan dukungan Duta besar basri Sidehabi dalam melakukan penetrasi investasi di Indonesia," kata Muhammad Jolo. Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Direktur Pengembangan Usaha Nebras Power Faisal Ubaid as-Siddiqi.

Pertemuan itu juga membahas tindak lanjut dari penandatanganan Head of Agreement antara PT Pembangkit Jawa Bali (anak usaha Perusahaan Listrik Negara) dan Nebras Power, untuk membangun pembangkit listrik berbahan bakar gas alam. Pembangkit listrik berkapasitas 2 x 250 megawatt dengan nilai investasi sekitar US$ 700 juta ini rencananya dibangun di Belawan, Sumatera Utara.

Terkait dengan kedua hal itu, Muhammad Jolo awal bulan depan berkunjung ke Indonesia.

Sebagai duta besar, Basri Sidehabi mengatakan, dirinya bertugas mendorong kian tumbuhnya nilai investasi dan perdagangan antara Qatar dan Indonesia. "Saya berharap lawatan Muhammad Jolo itu bisa difasilitasi sehingga upaya investasi Qatar di Indonesia berhasil dengan baik," ujarnya kepada Albalad.co hari ini.      

Pompa bensin ADNOC. (Gulf Business)

ADNOC buka pompa bensin pertama di Arab Saudi

Arab Saudi memberikan izin operasi bagi ADNOC April lalu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berlakukan sistem jalan tol mulai 2020

Dubai menjadi satu-satunya wilayah di kawasan Arab Teluk menerapkan sistem jalan tol.

Dermaga kapal tanker Nakilat-Keppel di ladang gas Ras Laffan, Qatar. (arabianoilandgas.com)

Qatar akan keluar dari OPEC pada 1 Januari 2019

Negara Arab supertajir ini ingin berfokus untuk meningkatkan produksi gasnya dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton per tahun.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman beli aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel seharga US$ 55 juta

Dalam sebuah pertemuan, perwakilan Israel menolak permintaan Arab Saudi untuk membongkar identitas pengguna sebuah akun Twitter antirezim.





comments powered by Disqus