bisnis

Saudi berencana naikkan harga bensin 30 persen mulai Juli tahun ini

Arab Saudi pada Desember 2015 juga menaikkan harga bensin.

28 Februari 2017 22:52

Arab Saudi kemungkinan menaikkan harga bensin hingga 30 persen mulai Juli tahun ini, sebagai bagian dari rencana menyelaraskan dengan harga pasar internasional, menurut sejumlah sumber di sektor industri.

Pada Desember 2015, negara Kabah itu menaikkan harga bensin jenis oktan 95 menjadi 0,90 riyal (US$ 0,24) dari harga 0,60 riyal per liter. Meski begitu, harga baru ini tetap menjadikan Arab Saudi termasuk negara dengan harga bensin termurah sejagat.

Pemerintah Arab Saudi kini ingin harga jual bensin domestik mengikuti pasar internasional paling lambat 2020. Sumber-sumber itu bilang langkah ini buat mengurangi beban subsidi, mendorong efisiensi energi, dan memotong jumlah konsumsi bahan bakar.

"Pada dasarnya semua pihak membahas rencana kenaikan 30 persen itu," kata seorang sumber mengetahui rencana tersebut.

Dua sumber lainnya di bidang industri membenarkan kenaikan harga bensin 30 persen tengah dipertimbangkan. "Mungkin bakal ada perubahan jadwal atau persentase kenaikan terkait beban bakal ditanggung warga negara Saudi," ujar salah satu sumber.

Kementerian Energi Arab Saudi menolak berkomentar soal rencana kenaikan harga bensin ini.

Menteri Energi Khalid al-Falih pernah mengatakan harga bensin di Arab Saudi akan mengikuti sebuah standar.

Para analis menduga Arab Saudi akan mengikuti mekanisme penentuan harga bensin dipakai negara tetangga Uni Emirat Arab, yakni sesuai harga pasar internasional.

Karena pemerintah berupaya memberantas pemborosan, kenaikan harga bahan bakar terkait dengan program "Rekening Warga Negara", di mana bantuan langsung tunai bakal diberikan kepada keluarga Saudi berpenghasilan rendah sampai menengah.

Di tahap pertama, secara otomatis sudah terdaftar 2,5 juta warga Saudi berhak mendapatkan bantuan langsung tunai, besarnya belum ditentukan. Mereka termasuk janda, anak yatim piatu, dan orang cacat.

"Orang sudah mulai beralih ke bensin kualitas lebih rendah dan jika belum mereka akan melakukannya tahun ini," tutur Mustafa Ansari, analis energi di APICORP. "Bantuan langsung tunai bakal mengubah perilaku konsumen tapi mungkin menguntungkan sektor lain dalam perekonomian."

Pompa bensin ADNOC. (Gulf Business)

ADNOC buka pompa bensin pertama di Arab Saudi

Arab Saudi memberikan izin operasi bagi ADNOC April lalu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi berlakukan sistem jalan tol mulai 2020

Dubai menjadi satu-satunya wilayah di kawasan Arab Teluk menerapkan sistem jalan tol.

Dermaga kapal tanker Nakilat-Keppel di ladang gas Ras Laffan, Qatar. (arabianoilandgas.com)

Qatar akan keluar dari OPEC pada 1 Januari 2019

Negara Arab supertajir ini ingin berfokus untuk meningkatkan produksi gasnya dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton per tahun.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman beli aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel seharga US$ 55 juta

Dalam sebuah pertemuan, perwakilan Israel menolak permintaan Arab Saudi untuk membongkar identitas pengguna sebuah akun Twitter antirezim.





comments powered by Disqus