bisnis

Menteri Energi Saudi klaim evaluasi aset Aramco akan hasilkan kejutan menyenangkan

Aramco berencana melakoni IPO lima persen sahamnya di semester kedua 2018.

09 Maret 2017 19:09

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih kemarin bilang nilai aset perusahaan minyak dan gas Saudi Aramco akan dievaluasi oleh sejumlah lembaga independen bergengsi.

Al-Falih menekankan hasil evaluasi itu bakal menjadi sebuah kejutan menyenangkan bagi calon investor. Dia menambahkan Aramco mampu menghasilkan minyak dengan biaya jauh lebih rendah ketimbang pendapatan diperoleh dari penjualan emas hitam itu.

Dia mengatakan para calon investor akan menanamkan modal mereka berdasarkan informasi tepat dan akurat soal nilai aset Aramco.

Aramco berencana melakoni IPO (penjualan saham perdana) lima persen sahamnya di semester kedua 2018. Sejumlah pejabat Arab Saudi meyakini IPO lima persen saham Aramco ini akan bernilai paling tidak US$ 2 triliun, bakal menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah dunia.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.





comments powered by Disqus