bisnis

Israel jadi pusat pengembangan teknologi mobil tanpa sopir

Intel dan Mobileye menargetkan mobil melaju sendiri mulai diproduksi pada 2021.

14 Maret 2017 11:53

Mobileye, perusahaan teknologi mobil tanpa sopir telah dijual kepada Intel Corporation seharga US$ 15,3 miliar, menyatakan akan tetap berpusat di Israel.

"CEO Mobileye Ziv Aviram bilang kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pihaknya bakal membangun sebuah pusat pengembangan kelas dunia di Israel dan mengambil tanggung jawab secara internasional, atas nama Intel, untuk menciptakan mobil tanpa sopir," kata Kantor Perdana Menteri lewat keterangan tertulis.

Netanyahu sudah menelepon Aviram untuk mengucapkan selamat atas kesepakatan bersejarah sekaligus bernilai terbesar dalam sejarah perusahaan teknologi mutakhir di Israel.  

CEO Intel Brian Krzanich mengakui pembelian Mobileye itu bakal kian mempercepat proses terwujudnya mobil otomatis bisa melaju tanpa sopir di jalan. "Bersama kita berharap menjadi pemimpin global dalam teknologi mobil nirsopir," ujarnya.

Mobileye mengembangkan sensor dan kecerdasan buatan sehingga perangkat komputer dalam mobil bisa benar-benar mengetahui keadaan sekitar saat mobil sedang melaju, termasuk posisi kendaraan lain dan pejalan kaki. Ini merupakan teknologi kunci diperlukan mobil untuk melaju tanpa sopir.

Intel sejatinya sudah mulai bekerja sama dengan Mobileye bareng BMW untuk menguji coba 40 mobil nirsopir di jalan tahun ini. Mobileye juga bersama Intel mengembangkan chip generasi kelima akan dipakai untuk mobil tanpa sopir rencananya sudah terwujud pada 2021.

Mobileye menguasai 70 persen pasar global untuk sistem bantuan mengemudi dan pencegahan tabrakan, memiliki 660 pegawai, dan meraih pendapatan bersih US$ 173,3 juta tahun lalu.

Dibentuk pada 1999, perusahaan berkantor pusat di Kota Yerusalem ini awalnya menawarkan teknologi mencegah mobil tabrakan, namun secara bertahap mulai mengembangkan mobil nirsopir. Mobileye mulai melantai di Bursa Saham New York pada 2014 dan menjadi favorit para investor.

Mobileye juga telah menghasilkan perangkat lunak pengereman mendadak secara otomatis dan sistem kendali mobil semiotomatis sudah dipakai mobil-mobil dan truk.

Kantor Nasdaq Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (Arabian Business)

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

21 Februari 2019

TERSOHOR