bisnis

Aramco akan bahas rencana IPO dengan Bursa Tokyo

Arab Saudi adalah pemasok minyak terbesar bagi Jepang.

14 Maret 2017 20:26

Sumber-sumber dalam pemerintah Arab Saudi dan Jepang mengungkapkan mereka tengah mempertimbangkan membentuk sebuah kelompok gabungan untuk mempelajari kemungkinan Saudi Aramco, badan usaha milik negara Saudi di sektor minyak dan gas, untuk menjual sebagian sahamnya di TSE (Bursa Saham Tokyo).

Aramco direncanakan melakoni IPO (penjualan saham perdana) di semester kedua 2018, sebagian besar dilakukan di Bursa Saham Arab Saudi (Tadawul) dan sisanya di dua bursa asing, kemungkinan besar NYSE (Bursa Saham New York).

Para pejabat Arab Saudi memang ingin menjaring para investor asal Asia untuk membeli saham Aramco. Mereka telah mengumpulkan beragam saran keuangan dari bank-bank terkait Cina.

IPO Aramco merupakan pusat dari rencana ambisius pemerintah Arab Saudi untuk mereformasi perekonomiannya dan tidak lagi mengandalkan pendapatan dari minyak, dikenal dengan nama Visi 2030.

Arab Saudi adalah pemasok minyak terbesar bagi Jepang. Kilang di Jepang dan importir lainnya membeli minyak Saudi senilai US$ 2,2 miliar Januari lalu.

Kedua negara kemarin meneken sejumlah perjanjian kerja sama di sektor industri, energi, dan keuangan. Mereka juga berencana membangun zona ekonomi khusus di Arab Saudi.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.





comments powered by Disqus