bisnis

Indonesia bentuk dewan bisnis dengan sejumlah negara Timur Tengah

Pembentukan dewan-dewan bisnis itu sebagai langkah awal buat meningkatkan hubungan dagang dan investasi dengan Timur Tengah.

16 Maret 2017 09:40

Komite Tetap Timur Tengah Kadin (Kamar Dagang dan Industri ) Indonesia kemarin meresmikan pembentukan sejumlah dewan bisnis dengan negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Kuwait, Oman, Palestina, Yordania, dan Libanon.

Hadir dalam peresmian sejumlah dewan bisnis itu Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani, dan Ketua Komite Tetap Timur Tengah Kadin Indonesia Fahcri Thaib.

Dalam sambutannya, Fachir menjelaskan pembentukan dewan-dewan bisnis dengan negara-negara Timur Tengah itu merupakan langkah awal dalam meningkatkan hubungan dagang dan investasi dengan kawasan tersebut. "Para pengusaha merupakan pelaku yang akan berperan dalam hal tersebut," katanya.

Shinta mengakui di era Presiden Joko Widodo, Indonesia mulai menggeser fokus ke Timur Tengah, dibuktikan dengan lawatan presiden ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar pada September 2015. Bahkan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz baru saja melakoni kunjungan kenegaraan di Indonesia selama 1-3 Maret dan berlibur di Bali selama 4-12 Maret.

"Pembentukan dewan-dewan bisnis ini bisa meningkatkan kerja sama dan hubungan dagang serta investasi dengan negara-negara Timur Tengah," ujar Shinta. "Ada banyak kesempatan bisa digali lebih jaub bagi para pengusaha Indonesia."

Presiden Dewan Bisnis Indonesia-Arab Saudi Muhammad Hasan menjelaskan pihaknya sudah mulai mendata pengusaha-pengusaha Indonesia memiliki hubungan bisnis dengan Saudi dan para pengusaha Arab Saudi beroperasi di Indonesia. "Kami menargetkan dalam setahun pertama nilai ekspor kita bisa naik hingga dua digit," katanya kepada Albalad.co hari ini.

Dihubungi terpisah, Ketua Dewan Bisnis Indonesia-Iran Rudy Radjab mengatakan pembentukan dewan bisnis ini bisa memfasilitasi para pengusaha Indonesia dan Iran dalam meningkatkan hubungan dagang dan bisnis. "Dewan bisnis ini juga bakal membantu segala persoalan dialami pengusaha kedua negara dalam berbisnis," ujarnya.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR