bisnis

Koalisi maskapai Amerika tuduh Emirates, Etihad, dan Qatar Airways bersaing tidak sehat

Mereka mendesak Presiden Trump turun tangan menangani masalah itu.

18 Maret 2017 06:16

Koalisi maskapai Amerika Serikat dan serikat buruh penerbangan menuding tiga maskapai asal dua negara Arab Teluk - Emirates Airline dan Etihad Airways (Uni Emirat Arab) serta Qatar Airways (Qatar) - bersaing secara tidak sehat.

Dalam surat terbuka dilansir di surat kabar the New York Times and the New York Post, koalisi bernama the Partnership for Open & Fair Skies mengklaim pembukaan rute ke Amerika oleh ketiga maskapai itu membikin 1,2 juta warga negara adikuasa ini terancam kehilangan pekerjaan.

Mereka mendesak Presiden Amerika Donald Trump turun tangan menangani sengketa ini. "Kami meminta dengan hormat Presiden Trump dan pemerintahnya membantu menuntaskan masalah ini," kata juru bicara the Partnership for Open & Fair Skies Jill Zuckman.

Surat protes ini muncul di tengah tudingan sejumlah perusahaan penerbangan Amerika, Emirates, Etihad, dan Qatar Airways menerima subsidi lebih dari US$ 50 miliar dan keistimewaan lainnya dari pemerintah mereka. Koalisi maskapai Amerika menyebut hal semacam itu tidak sehat, tidak sesuai kebijakan Amerika, dan melanggar kesepakatan soal langit bebas.

Ketiga maskapai Arab itu terus menolak sangkaan tersebut.

Amerika memiliki 120 perjanjian langit terbuka dengan beragam negara untuk memajukan pertumbuhan ekonomi dan demi keuntungan bagi maskapai, pekerja, serta penumpang.

Surat ditujukan kepada Presiden Trump itu diteken oleh American Airlines, Delta Air Lines, United Airlines, the Air Line Pilots Association, the Allied Pilots Association, the Southwest Airlines Pilots' Association, the Association of Professional Flights Attendants, dan the Association of Flight Attendants-CWA.

Pesawat Emirates Airline. (Twitter)

Emirates pesan 40 Boeing 787 Dreamliners seharga US$ 15,1 miliar

Emirates merupakan maskapai memiliki Airbus A380 dan Boeing 777 terbanyak di dunia.

Pesawat  Airbus A380 keseratus diterima Emirates Airline awal November 2017. (Dubai Media Office)

Emirates gelontorkan US$ 1 miliar setahun buat seratus juta makanan

Emirates pekan lalu menerima pesanan pesawat A380 keseratus.

Ruang kabin penumpang pesawat Airbus A380 milik Emirates Airline. (Arabian Business)

Emirates akan terima A380 keseratus bulan depan

Maskapai melayani penerbangan ke 140 kota di 81 negara itu dibentuk pada 1985. Emirates sekarang mempunyai 239 pesawat.

Persiapan menjelang penerbangan pesawat Etihad Airways di Bandar Udara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Sabtu, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Etihad Airways alami kerugian pertama sejak 2010

Pendapatan Etihad tahun lalu anjlok 7,1 persen ke angka US$ 8,36 miliar meski jumlah penumpang naik 5,1 persen menjadi 18,5 juta orang.





comments powered by Disqus