bisnis

Iran akan tingkatkan ekspor minyak ke Eropa hingga 60 persen dalam dua bulan

Iran menargetkan total produksi minyak 4,5 juta barel sehari pada 2022.

18 Maret 2017 22:03

Iran bakal meningkatkan ekspor minyak ke Eropa hingga 60 persen dalam dua bulan ke depan.

"Saat ini, ekspor minyak ke Eropa di angka 500 ribu barel sehari dan kami berencana menaikkan menjadi 800 ribu barel per hari dalam dua bulan mendatang," kata Direktur Pelaksana National Iranian Oil Company (NIOC) Ali Kardor, seperti dilansir kantor berita IRNA hari ini.

Setelah sanksi ekonomi terhadap Iran dicabut Januari tahun lalu, menurut Kardor, Shell dan Total masing-masing sudah dua kali mengimpor minyak dari negara Mullah itu. Tiap pengiriman sebanyak dua juta barel.

"Eni juga telah membeli dua juta barel minyak (dari Iran)," ujarnya. "Kami juga telah mengekspor minyak ke Spanyol."

IEA (Badan Energi Internasional) sudah memperkirakan Iran akan menambah kapasitas produksi minyaknya sampai 400 ribu barel sehari, untuk mencapai total produksi 4,5 juta barel per hari pada 2022.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Iran tawarkan diskon harga minyak ke Asia

Amerika berencana melarang Iran menjual minyaknya ke pasar internasional mulai 5 November mendatang.

Ladang minyak Yaran Utara di Iran. (Press TV)

Produksi minyak Iran sudah kembali ke level sebelum terkena sanksi

Produksi minyak Iran di kuartal pertama tahun ini sebanyak 3,796 juta barel tiap hari, melonjak dibanding 3,741 juta barel sehari di kuartal pertama tahun lalu.

Ladang minyak Iran. (Mehr)

Iran tetapkan 29 perusahaan asing boleh ikut tender proyek minyak dan gas

British Petroleum mundur karena khawatir hubungan Amerika-Serikat-Iran kembali menegang setelah presiden terpilih Donald Trump dilantik pada 20 Januari ini.

Kantor pusat Naftiran Intertrade Company (NICO), perusahaan swasta asal Iran, di Swiss. (Daily Star)

Perusahaan swasta Iran akan pasok 150 ribu barel minyak sehari ke Indonesia

Nilai kontraknya US$ 5 miliar untuk jangka waktu 20 tahun.





comments powered by Disqus