bisnis

Perusahaan aluminium raksasa UEA akan IPO tahun ini

Ketika dibentuk pada 2013, Emirates Global Aluminium memiliki aset US$ 15 miliar.

22 Maret 2017 12:43

Emirates Global Aluminium (EGA), satu dari lima produsen aluminium terbesar di dunia, berencana menggelar IPO (penjualan saham perdana) tahun ini.

Sejumlah sumber bilang IPO itu bisa dilakukan di bursa saham di Dubai atau Abu Dhabi. Namun jumlah saham akan dilepas belum ditentukan.

EGA dibentuk pada 2013 ketika perusahaan milik pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) - Dubai Aluminium (Dubal) dan Emirates Aluminium (Emal) - bergabung. Nilainya ketika itu US$ 15 miliar.

EGA dimiliki oleh Mubadala Investment dan Investment Corporation of Dubai (ICD). Menurut beberapa sumber di perbankan, Mubadala, baru-baru ini merger dengan International Petroleum Investment Co, tengah mengkaji investasi-investasinya karena harga minyak mentah glibal sedang melorot.

Seorang sumber di perbankan bilang EGA telah meminta Emirates NBD, National Bank of Abu Dhabi, dan sebuah bank asal Amerika Serikat untuk berperan dalam persiapan IPO tersebut. EGA akan bekerja sama dengan ketiga bank ini untuk menentukan nilai perusahaan dan jumlah saham bakal dijual.

EGA memasok aluminium kepada 300 konsumen di lebih dari 60 negara. Keuntungan bersih EGA tahun lalu naik sepuluh persen menjadi 2,1 miliar dirham (US$ 572 juta) meski pendapatan anjlok.

Rumah Sakit Hadassah di Ain Karim, Israel. (oliver fittousi/haaretz)

Rumah sakit ternama di Israel akan buka cabang di Dubai

Hadassah Medical Center adalah rumah sakit terbesar keenam di Israel.

Gambar kartun diyakini banyak orang sebagai sosok Nabi Muhammad dimuat di surat kabar terbitan Tepi Barat, Al-Hayat al-Jadida, Ahad, 1 Februari 2015. (al-hayat al-jadida)

Hina nabi boikot Prancis

Macron menyokong hak Charlie Hebdo mempublikasikan kembali kartun hina nabi setelah tindakan serupa pada 2006, 2011, dan 2012.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Delegasi Sudan dan Israel akan bertemu bahas kerjasama perdagangan dan pertanian

Ahad lalu, pemerintah Sudan telah menerima hibah 67 ribu ton tepung gandum dari Uni Emirat Arab

Restoran McDonald's di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (CNN)

Agar tidak diboikot di Saudi, burger merek Turki diganti jadi label Yunani

Perselisihan Saudi-Turki kian meruncing setelah kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.





comments powered by Disqus