bisnis

KJRI Jeddah selamatkan Rp 24 miliar hak warga Indonesia di Arab Saudi

Hampir seluruh duit tersebut telah diserahkan kepada para tenaga kerja Indonesia, sebagian besar merupakan asisten rumah tangga dan sopir.

25 Maret 2017 22:33

KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) di Kota Jeddah, Arab Saudi, berhasil menyelamatkan hak-hak warga negara Indonesia senilai 6.989.020 riyal atau setara Rp 24 miliar, seperti dilansir dalam siaran pers KJRI Jeddah diterima Albalad.co malam ini.    

Fulus iini hasil dari upaya KJRI Jeddah mengadvokasi tenaga kerja Indonesia selama lima belas bulan, sejak Januari 2016 hingga pertengahan Maret tahun ini. "Uang itu terdiri dari gaji dan pembayaran diyat berhasil diperjuangkan," kata Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah M. Hery Saripudin kemarin.  

Berdasarkan rekapitulasi catatan Fungsi Konsuler dan Teknis Tenaga Kerja KJRI Jeddah, sebanyak 4.691.520 riyal merupakan tunggakan gaji berhasil dimintakan dari para pengguna jasa. Uang diyat mampu dibayarkan ahli waris warga negara Indonesia sebanyak 2.297.500 riyal (Rp 8 miliar).

Hampir seluruh duit tersebut telah diserahkan kepada para tenaga kerja Indonesia, sebagian besar merupakan asisten rumah tangga dan sopir.

Uang gaji mampu diselamatkan bervariasi, dari yang ditahan pengguna jasa selama satu tahun sampai lebih dari 12 tahun. "Tidak jarang pengguna jasa berkukuh kalau dia sudah membayar seluruh atau sebagian gajinya," ujar Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Jeddah Dicky Yunus.

Menurut Dicky, staf KJRI Jeddah harus siap bersitegang dengan pengguna jasa saat proses pelaporan dan sidang di Maktab Amal (Dinas Tenaga Kerja) atau saat banding di Mahkamah Idariyah  atau semacam PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara).

Staf Teknis Tenaga Kerja KJRI Jeddah Hertanto Setyo Prawoko mengakui berurusan dengan para pengguna jasa menahan gaji tenaga kerja Indonesia harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan kegigihan. "Umumnya orang-orang itu mulai tergugah hatinya saat kita ingatkan soal kewajiban mereka sebagai seorang muslim," tuturnya.

Meski demikian, tidak jarang juga para pengguna jasa menggunakan berbagai dalih. Hertanto mengatakan salah satu alasan sering digunakan dan membuat proses berbelit-belit adalah melancarkan tuduhan mencuri kepada tenaga kerja Indonesia.

Proses advokasi dilakukan oleh KJRI Jeddah dimulai saat pelaporan oleh tenaga kerja Indonesia. Setelah mendapatkan data lengkap, pengaduan diteruskan ke Maktab Amal. Kantor mengurusi masalah ketenagakerjaan itu kemudian akan mempertemukan kedua pihak untuk merundingkan penyelesaiannya. Bila tidak ada keberatan dari pengguna jasa, maka ditetapkan waktu dan mekanisme pembayaran.

Hery memuji pemerintah Arab Saudi karena mendukung penyelesaian kasus tenaga kerja Indonesia dengan baik. "Kberhasilan ini juga wujud komitmen kami menghadirkan negara bagi masyarakat Indonesia di wilayah akreditasi kami," katanya. "Ini merupakan kerja seluruh unsur KJRI Jeddah."

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Saudi akan kurangi produksi minyak jadi 9,8 juta barel bulan depan

Saudi akan menciptakan bisnis gas secara global.

Sejumlah pekerja membersihkan pelataran Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Biaya haji tahun ini Rp 35,2 juta

Sama dengan ongkos haji tahun lalu.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

Perusahaan UEA beli tiga ton emas dari Venezuela

Pembelian itu dilakukan pada 21 Januari lalu.

Mata uang riyal Arab Saudi. (Arab News)

Bank sentral Saudi dan UEA akan bikin mata uang digital bersama

Mata uang digital diberi nama Abir itu rencananya keluar pada kuartal terakhir tahun ini.





comments powered by Disqus