bisnis

Saudi Aramco secara resmi tunjuk tiga bank sebagai konsultan IPO

Aramco tengah dalam pembicaraan serius dengan Bursa New York soal rencana IPO.

30 Maret 2017 21:56

Saudi Aramco secara resmi telah menunjuk tiga bank - JPMorgan Chase & Co, Morgan Stanley, dan HSBC - sebagai konsultan internasional mereka untuk persiapan IPO (penjualan saham perdana).

Sejumlah sumber, mengetahui detail rencana IPO Aramco, menyebutkan ketiga bank internasional itu bergabung dengan Moelis & Co and Evercore, sudah lebih dulu ditunjuk sebagai konsultan keuangan independen.

Sumber-sumber itu mengungkapkan badan usaha milik negara Arab Saudi di sektor minyak dan gas tersebut juga telah menunjuk dua bank domestik, NCB Capital dan Samba Capital, sebagai konsultan lokal.

Aramco berencana melepas lima persen sahamnya di semester kedua 2018 di Bursa Saham Arab Saudi atau Tadawul dan dua bursa internasional, kemungkinan besar termasuk NYSE (Bursa Saham New York). Sebagian pihak meyakini nilai lima persen saham itu paling tidak US$ 2 triliun dan ini bakal menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah dunia.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adil al-Jubair baru-baru ini bilang Aramco tengah dalam pembicaraan serius dengan Bursa New York soal rencana IPO.

Ketika melawat ke Jepang bulan ini, Raja Salman bin Abdul Aziz mengatakan akan mempertimbangkan permintaan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe supaya IPO Aramco juga dilakukan di Bursa Tokyo.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Parlemen Kuwait sahkan undang-undang buat kurangi jumlah ekspatriat

Undang-undang pengurangan ekspatriat ini akan mengusir sekitar 800 ribu warga India, jumlahnya saat ini 1,45 juta atau 30 persen.

22 Oktober 2020

TERSOHOR