bisnis

PetroChina berminat beli saham Aramco

Sinopec juga mempertimbangkan hal serupa.

31 Maret 2017 17:37

PetroChina mempertimbangkan untuk membeli saham Saudi Aramco saat eksportir minyak terbesar sejagat ini melakoni IPO (penjualan saham perdana tahun depan, dengan melihat situasi pasar.

PetroChina, produsen minyak terbesar di Cina, merupakan anak usaha dari China National Petroleum Corporation (CNPC).

"Saudi Aramco telah menyampaikan rencana IPO ini kepada PetroChina," kata Presiden sekaligus Vice Chairman PetroChina Wang Dongjin kemarin. "Saya kira kami akan membuat evaluasi dan studi berdasarkan situasi pasar."

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih sudah bilang Aramco akan melaksanakan IPO di semester kedua 2018. IPO ini akan dilaksanakan di Bursa Saudi atau Tadawul dan dua pasar saham internasional, kemungkinan besar termasuk NYSE (Bursa Saham New York).

Penjualan lima persen saham Aramco itu diyakini bakal menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah dunia. Nilainya diperkirakan paling tidak US$ 2 triliun.

Wang menambahkan pihaknya dan Aramco juga membahas rencana pendirian pabrik petrokimia di Provinsi Yunan, Cina, dan kemungkinan memasok teknologi pemulihan ladang minyak ke Saudi.

Senin lalu, Sinopec, perusahaan minyak dan gas Cina, menyebutkan presiden Aramco telah datang ke pihaknya dan mereka membahas soal rencana IPO tersebut.

Sinopec adalah badan usaha milik negara Cina bergerak di sektor minyak dan gas. Perusahaan dibuat 17 tahun lalu ini menempati peringkat kedua dalam daftar perusahaan terbaik dunia Fortune Global 500 pada 2015.

 

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.





comments powered by Disqus