bisnis

Emirates kurangi frekuensi penerbangan ke Amerika

Pengurangan dilakukan terhadap lima rute.

20 April 2017 17:39

Emirates Airline mengurangi frekuensi penerbangan tujuan Amerika Serikat lantaran jumlah penumpang menuju negara adikuasa itu menurun, akibat larangan dikeluarkan Presiden Amerika Donald Trump.

Setelah dilantik Januari lalu, Trump mengeluarkan dua kebijakan, yakni melarang pengungsi dari tujuh negara berprnduduk mayoritas muslim - Irak, Suriah, Yaman, Somalia, Libya, Sudan, dan Iran.

Dia kemudian merilis larangan bagi penumpang pesawat tujuan Amerika non-stop berangkat dari sepuluh bandar udara di Timur Tengah membawa peralatan elektronik lebih besar ketimbang telepon seluler ke dalam kabin penumpang.

Seorang juru bicara Emirates mengakui dua larangan itu mengakibatkan jumlah penumpang maskapai asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), itu. "Dalam tiga bulan terakhir, kami melihat penurunan signifikan atas pemesanan semua rute tujuan Amerika di seluruh kelas," katanya.

Emirates melayani 12 rute penerbangan tujuan Amerika dan berencana menambah hingga 15 tujuan paling lambat pada 2018. 

Berdasarkan pengumuman tertulis kemarin, Emirates bakal mengurangi penerbangan langsung tujuan Fort Lauderdale dan Orlando menjadi lima kali sepekan pada Mei nanti, dari sebelumnya saban hari.

Jadwal penerbangan ke Seattle dan Boston juga dikurangi dari dua kali sehari menjadi sekali sehari mulai Juni tahun ini.

Emirates bilang rute ke Los Angeles juga dikurangi dari dua kali tiap hari menjadi sekali sehari.

Sedang Etihad Airways, maskapai bermarkas di Ibu Kota Abu Dhabi, UEA, menyatakan dua larangan Trump itu tidak berpengaruh atas jumlah penumpang mereka. Karena itu, Etihad tidak akan mengurangi frekuensi penerbangan ke enam kota di Amerika mereka layani.

 

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates tanggung biaya pengobatan bagi penumpangnya terinfeksi Covid-19

Sebelum muncul pandemi Covid-19 Maret lalu, Emirates - mulai beroperasi sejak Oktober 1985 - melayani 157 kota di 80 negara.

Deretan pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Dubai di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (@emirates/Twitter)

Jumlah karyawan Emirates dipecat bisa bertambah menjadi sembilan ribu orang

Maskapai asal Dubai ini sudah memberhentikan enam ribu staf sejak muncul pandemi Covid-19 Maret lalu.

Pramugari Emirates Airline. (@emirates/Twitter)

Emirates sudah kembalikan uang tiket calon penumpang sebesar Rp 7,2 triliun

Masih ada lebih dari setengah juta calon penumpang Emirates minta dikembalikan duit tiketnya.

Pesawat milik maskapai Emirates Airline di Bandar Udara Internasional Ratu Alia di Ibu Kota Amman, Yordania, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Emirates berhentikan lagi staf dan pilotnya

Di awal bulan lalu, Emirates dikabarkan memecat lebih dari seribu pekerjanya, termasuk 700 awak kabin dan 600 pilot.





comments powered by Disqus