bisnis

Aramco tunjuk pegawai seniornya buat pimpin persiapan IPO

Aramco akan melakukan IPO sebesar lima persen saham tahun depan.

26 April 2017 15:03

Saudi Aramco, perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Arab Saudi, telah menunjuk pegawai seniornya, Mutassim al-Mashuq, untuk memimpin persiapan IPO (penjualan saham perdana).

Sejumlah sumber mengungkapkan Mashuq - kini menjabat Wakil Presiden Aramco Urusan IPO, dipandang oleh kalangan industri dan gas memiliki hubungan bagus dengan komunitas keuangan.

Aramco belum berkomentar soal kabar ini.

Aramco berencana melakukan IPO sebesar lima persen sahamnya di semester kedua 2018. Sebagian pihak meyakini IPO Aramco ini bisa meraup dana sekitar US$ 100 miliar.

IPO Aramco ini direncanakan dilakukan di Tadawul (Bursa Saham Arab Saudi) dan di satu atau lebih bursa internasional. IPO Aramco ini merupakan inti dari Visi Arab Saudi 2030, sebuah rencana ambisius untuk memberagamkan sumber pendapatan negara dan tidak lagi mengandalkan minyak serta gas.

Mashuq bergabung dengan Aramco pada 1984 dan pernah menjadi bendahara perusahaan. Dia juga pernah menjabat Presiden sekaligus CEO Petron Corp, afiliasi Aramco di Filipina.

Dia kini merupakan Chairman of Saudi Aramco Luberef.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco akan bikin pompa bensin

Aramco membatalkan rencana IPO sebesar lima persen, tadinya dijadwalkan di semester kedua tahun ini.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Aramco batalkan rencana IPO

Pangeran Muhammad menjelaskan IPO itu tadinya direncanakan pada semester kedua tahun ini.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

IPO Aramco hampir pasti batal

Para pejabat Saudi mengatakan IPO dalam jumlah besar di New York, London, atau Hong Kong akan memicu risiko hukum terlalu banyak.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

21 Februari 2019

TERSOHOR