bisnis

Arab Saudi batasi kepemilikan kartu perdana telepon seluler

Aturan ini diyakini bikin pendapatan operator kian menurun.

27 April 2017 11:07

Arab Saudi telah memberlakukan pembatasan kepemilikan kartu perdana telepon seluler bagi warganya dan warga negara asing.

Menurut dua sumber mengetahui detail kebijakan itu, warga asing - berjumlah dua pertiga lebih dari total penduduk Saudi - kini hanya boleh mempunyai dua kartu perdana prabayar. Sedangkan warga Saudi cuma diizinkan memiliki paling banyak sepuluh kartu perdana.

Komisi Komunikasi dan Teknologi Informasi bilang aturan itu diterapkan untuk mencegah membanjirnya kartu-kartu perdana ilegal, bisa digunakan untuk kegiatan terorisme dan hal-hal dapat membahayakan keamanan negara.

"Aturan ini bersifat sementara buat mengurangi banyaknya kartu perdana ilegal beredar di pasaran," kata Komisi Komunikasi.

Muhammad Faisal Potrik, kepala riset Riyad Capital berkantor di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 

Pasar Al-Jumaah di Ibu Kota Kairo, Mesir. (Tour Egypt)

Pasar makanan bekas marak di Mesir karena kemiskinan meningkat

Harga bahan pangan pokok, air, dan bahan bakar meroket beberapa tahun belakang setelah pemerintah menghapus subsidi dan memberlakukan VAT.

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (visitabudhabi.ae)

UEA kasih izin tinggal tetap bagi 6.800 investor asing

Tahun lalu, kabinet UEA juga menyetujui pemberian visa berlaku sepuluh tahun bagi warga asing mempunyai investasi senilai paling sedikit sepuluh juta dirham.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Arab Saudi akan terbitkan izin tinggal tetap bagi investor asing seharga Rp 3 miliar

Sedangkan izin tinggal berlaku setahun dan dapat diperbarui harganya SAR 100 ribu (Rp 387 juta).

Seorang warga Libya sedang memukuli boneka pemimpin negara itu Muammar al-Qaddafi di kompleks kediaman Qaddafi di Bab al-Aziziyah, Ibu Kota Tripoli, Libya, September 2011. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Libya hentikan operasi 40 perusahaan asing

40 perussahaan asing ini diberi waktu tiga bulan untuk mengajukan izin baru.





comments powered by Disqus