bisnis

Arab Saudi batasi kepemilikan kartu perdana telepon seluler

Aturan ini diyakini bikin pendapatan operator kian menurun.

27 April 2017 11:07

Arab Saudi telah memberlakukan pembatasan kepemilikan kartu perdana telepon seluler bagi warganya dan warga negara asing.

Menurut dua sumber mengetahui detail kebijakan itu, warga asing - berjumlah dua pertiga lebih dari total penduduk Saudi - kini hanya boleh mempunyai dua kartu perdana prabayar. Sedangkan warga Saudi cuma diizinkan memiliki paling banyak sepuluh kartu perdana.

Komisi Komunikasi dan Teknologi Informasi bilang aturan itu diterapkan untuk mencegah membanjirnya kartu-kartu perdana ilegal, bisa digunakan untuk kegiatan terorisme dan hal-hal dapat membahayakan keamanan negara.

"Aturan ini bersifat sementara buat mengurangi banyaknya kartu perdana ilegal beredar di pasaran," kata Komisi Komunikasi.

Muhammad Faisal Potrik, kepala riset Riyad Capital berkantor di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 

Restoran McDonald's di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (CNN)

Agar tidak diboikot di Saudi, burger merek Turki diganti jadi label Yunani

Perselisihan Saudi-Turki kian meruncing setelah kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Ibu Kota Manama, Bahrain. (Arabian Business)

Bahrain-Israel sepakati rute penerbangan antara kedua negara

Perjanjian pembukaan jalur penerbangan Bahrain-Israel ini dicapai empat hari setelah UEA-Israel juga menandatangani hal serupa. 

Paspor Uni Emirat Arab. (ilustrasi/uae.viclindsay.com)

Warga UEA bisa tinggal di Israel tanpa visa selama 90 hari

Perjanjian bebas visa dengan UEA itu yang pertama dibikin Israel dengan negara Arab.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Parlemen Kuwait sahkan undang-undang buat kurangi jumlah ekspatriat

Undang-undang pengurangan ekspatriat ini akan mengusir sekitar 800 ribu warga India, jumlahnya saat ini 1,45 juta atau 30 persen.





comments powered by Disqus