bisnis

Aramco beli kilang minyak terbesar di Amerika

Berkapasitas 600 ribu barel sehari.

03 Mei 2017 10:03

Saudi Aramco, perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Arab Saudi, telah membeli kilang minyak terbesar di Amerika Serikat. Kilang itu berlokasi di Port Arthur, Negara Bagian Texas, dengan kapasitas produksi 600 ribu barel sehari.

The Washington Times menulis Royal Dutch Shell telah melansir keterangan tertulis Senin lalu soal rampungnya kesepakatan antara kedua perusahaan minyak raksasa itu mengenai pembelian kilang tersebut.

Aramco membeli 50 persen saham kilang Port Arthur dimilik oleh perusahaan bernama Motiva Enterprises LLC. "Saudi Aramco (melalui anak usaha Saudi Refining, Inc.) memulai kepemilikan penuh atas nama dan status hukum Motiva Enterprises LLC, termasuk kilang di Port Arthur, Texas, dan 24 terminal distribusi," kata Shell.

Sebagai tambahan, Motiva berhak menjual secara eksklusif bensin dan diesel Shell di negara bagian Georgia, North Carolina, South Carolina, Virginia, Maryland, Washington DC, bagian timur Texas, dan sebagian besar Florida.

Para pejabat Saudi Aramco dan Tadawul (Bursa Saham Saudi) meluncurkan IPO Aramco di Tadawul di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 11 Desember 2019. (Saudi Gazette)

Aramco akan kurangi belanja modal agar bisa bayar dividen dijanjikan

CEO Aramco Amin Nasir Ahad pekan lalu bilang belanja modal perusahaannya tahun ini dalam kisaran US$ 25-30 miliar.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Laba Aramco anjlok 73 persen di kuartal kedua 2020

Arus kas bebas Aramco di kuartal kedua tahun ini sebesar US$ 6,1 miliar dan US$ 21,1 miliar di semester pertama.

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.





comments powered by Disqus