bisnis

Setengah dari hasil IPO Aramco akan dipakai buat investasi domestik

PIF akan menggelontorkan US$ 133 miliar dalam tiga tahun setelah IPO Aramco.

04 Mei 2017 11:35

Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Selasa lalu bilang paling sedikit setengah dari fulus hasil IPO (penjualan saham perdana) Saudi Aramco akan dipakai untuk berinvestasi di Arab Saudi.

Arab Saudi berencana melakukan IPO Aramco, perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Saudi, di semester kedua 2018. IPO Aramco itu sebesar lima persen saham.

"Hasil dari IPO Aramco akan membantu kami mencari peluang investasi lain," kata Pangeran Muhammad bin Salman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Ikhbariya. "Hasil dari IPO akan dipakai untuk berinvestasi di Saudi, tidak akan di bawah 50 persen dan bisa mencapai 70 persen."

Pangeran Muhammad bin Salman, juga menjabat kepala Dewan Ekonomi dan Pembangunan Arab Saudi, menjelaskan investasi dilakukan PIF (Dana Investasi Pemerintah) itu di sektor manufaktur, pertambangan, dan hiburan.

Dia mengakui tanpa IPO Aramco pemerintah perlu berpuluh-puluh tahun untuk membangun perekonomian dan industri-industri baru.

Karena itulah IPO Aramco merupakan inti dari Visi Arab Saudi 2030, diumumkan Pangeran Muhammad bin Salman April tahun lalu. Dana dari IPO Aramco itu akan dimasukkan ke dalam PIF, kemudian disalurkan dalam bentuk investasi.

PIF bakal menggelontorkan dana US$ 133 miliar untuk berinvestasi dalam tiga tahun setelah IPO Aramco.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco akan bikin pompa bensin

Aramco membatalkan rencana IPO sebesar lima persen, tadinya dijadwalkan di semester kedua tahun ini.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Aramco batalkan rencana IPO

Pangeran Muhammad menjelaskan IPO itu tadinya direncanakan pada semester kedua tahun ini.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

IPO Aramco hampir pasti batal

Para pejabat Saudi mengatakan IPO dalam jumlah besar di New York, London, atau Hong Kong akan memicu risiko hukum terlalu banyak.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Indonesia lepas sukuk senilai US$ 2 miliar di Nasdaq Dubai

Pemerintah Indonesia merupakan penjual sukuk terbesar di Nasdaq Dubai dalam hal nilai dan jumlahnya, yakni US$ 16,5 miliar dari 12 sukuk sudah dilepas.

21 Februari 2019

TERSOHOR