bisnis

Warga Saudi batal berdemonstrasi setelah tunjangan pegawai negeri dihidupkan lagi

Pembayaran tunjangan menghabiskan anggaran US$ 1,9 miliar.

06 Mei 2017 21:34

Reformasi ekonomi melalui Visi Arab Saudi 2030 berakibat pada pengurangan subsidi atas bahan bakar dan tarif listrik serta air.

Pengetatan anggaran dilakukan sejak harga minyak mentah global melorot pada pertengahan 2014, memaksa pemerintah Saudi memotong gaji anggota kabinet 20 persen. Tunjangan bagi pejabat dan pegawai negeri juga dipangkas.

Sebagian warga Saudi menyuarakan keresahan mereka secara tertutup dan lewat media sosial terhadap berkurangnya pendapatan dan kian meroketnya biaya hidup. Bahkan sudah ada seruan melalui media sosial untuk berunjuk rasa di Ibu Kota Riyadh.

Untuk mencegah demontrasi itu, Raja Salman bin Abdul Aziz membatalkan sejumlah potongan. Pemerintah juga kembali memberikan bonus dan tunjangan buat pegawai negeri dihentikan sejak tahun lalu.

Wakil Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman bilang pemberian bonus dan tunjangan bisa dilakukan lagi lantara berhasilnya kebijakan pemerintah buat mengurangi defisit.

"Penghentian tujangan bersifat sementara dan ditinjau secara periodik," kata Pangeran Muhamnad dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Ikhbariya Selasa lalu. Dia membantah tunjangan diberikan lagi lantaran tekanan rakyat. 

Hindi as-Suhaimi menjelaskan pemberian tunjangan untuk pegawai negeri dan tentara tahun ini menfhabiskan anggaran tujuh miliar riyal (US$ 1,9 miliar).

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit Arab Saudi turun 60 persen dalam sembilan bulan

Total pendapatan negara diperoleh hingga akhir kuartal ketiga tahun ini sebanyak 663,113 miliar riyal, tumbuh 47 persen ketimbang kuartal serupa tahun lalu.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi diprediksi alami defisit 4,6 persen dari PDB

Secara empat tahun belakangan, 2015-2018, Arab Saudi mengalami defisit US$ 260 miliar.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi akan bebas dari defisit pada 2023

prediksi defisit tahun depan sebesar 195 miliar riyal (US$ 52 miliar),





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Aktivis Saudi serukan boikot semua produk Turki

Para aktivis Arab Saudi itu menegaskan kampanye boikot produk Turki ini untuk menghukum Erdogan lantaran terlalu mencampuri urusan dalam negeri Saudi.

18 Desember 2018

TERSOHOR