bisnis

Incar IPO Aramco, pejabat Bursa New York akan kunjungi Saudi

CEO Bursa London sudah melawat ke Riyadh bulan lalu.

11 Mei 2017 15:20

Rencana Saudi Aramco melakukan IPO (penjualan saham perdana) telah menarik minat beragam bursa saham top dunia.

Sejumlah sumber mengungkapkan sebuah delegasi dari NYSE (Bursa Saham New York) akan berkunjung ke Arab Saudi akhir bulan ini, untuk mengajak Aramco - perusahaan minyak dan gas raksasa milik Saudi - melakoni IPO di NYSE.

Aramco dijadwalkan melaksanakan IPO sebesar lima persen saham di semester kedua tahun depan, diperkirakan bisa meraup dana US$ 100 miliar. IPO ini bakal dilakukan di Tadawul (Bursa Saham Arab Saudi) dan di satu lebih bursa internasional.

Untuk menggaet IPO Aramco, CEO LSE (Bursa Saham London) Xavier Rolet bulan lalu mengunjungi Ibu Kota Riyadh.

Rencana lawatan delegasi NYSE itu akan berlangsung setelah kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Saudi pada 19 Mei.

Ketika Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Jepang Maret lalu, Perdana Menteri Shinzo Abe meminta secara khusus agar IPO juga dilakukan di TSE ( Bursa Saham Tokyo).

CEO Saudi Aramco Amin Nasir. (Arab News)

Aramco naikkan produksi minyaknya menjadi 12 juta barel sehari

Permintaan akan minyak di kuartal kedua 2020 diperkirakan sebesar 20-25 juta barel per hari.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Aramco beli 70 persen saham SABIC seharga Rp 976,9 triliun

Harga per lembar saham SABIC senilai Rp 464 ribu. SABIC merupakan perusahaan petrokimia terbesar keempat di dunia.

Fasilitas milik SABIC, salah satu perusahaan petrokimia terbesar di dunia asal Arab Saudi. (Arab News)

Perusahaan petrokimia terbesar Saudi rugi Rp 3,8 triliun di kuartal pertama 2020

Aramco menyepakati mengakuisisi saham mayoritas SABIC senilai Rp 1.042,5 triliun tahun lalu.

IPO Aramco. (Saudi Gazette)

Bikin sejarah, Arab Saudi produksi lebih dari 12 juta barel minyak sehari

Dalam rekaman video pendek, Aramco memperlihatkan 18,8 juta barel minyak tengah dimasukkan ke dalam 15 kapal tanker untuk ekspor.





comments powered by Disqus