bisnis

Saudi dan Rusia sepakat perpanjang pembatasan produksi minyak

Perjanjian soal kuota produksi minyak antara OPEC dan produsen non-OPEC akan berakhir Juni tahun ini.

17 Mei 2017 06:29

Arab Saudi dan Rusia Senin lalu bersepakat memperpanjang pembatasan produksi minyak hingga Maret 2018.

"Untuk memastikan stabilitas pasar, pembangunan bisa diprediksi dan berkelanjutan, aksi bersama dari para produsen mesti diperpanjang sembilan bulan sampai 31 Maret 2018," kata Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih dan Menteri Energi Rusia Alexander Novak, dalam keterangan pers bersama dilansir Kementerian Energi Rusia Senin lalu.

Kesepakatan perpanjangan kuota produksi minyak itu dicapai dalam pertemuan di hari sama antara Falih dan Novak di Ibu Kota Beijing, Cina. Inilah membikin harga minyak terkerek sampai US$ 52 sebarel.

Sebanyak 13 anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dan produsen non-OPEC dipimpin  Rusia November tahun lalu menyepakati pengurangan produksi minyak sebesar 1,8 juta barel sehari, sebagai upaya buat memulihkan harga minyak mentah global anjlok sejak pertengahan 2014. Kesepakatan ini mulai berlaku Januari hingga Juni tahun ini. Kedua pihak menyatakan kalau diperlukan kesepakatan bisa diperpanjang enam bulan lagi.

Perpanjangan pembatasan produksi minyak dicapai Saudi dan Rusia itu muncul menjelang pertemuan OPEC Kamis pekan depan di Ibu Kota Wina, Austria.     

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Arab Saudi kurangi ekspor minyak 500 ribu barel bulan depan

Belum ada konsensus untuk mengurangi produksi minyak tahun depan.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arab News)

OPEC dan produsen non-OPEC setuju untuk tidak naikkan produksi minyak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meminta OPEC membantu menurunkan harga minyak mentah global dengan mengurangi produksi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi perlu harga minyak US$ 85 sebarel agar tidak defisit

Riyadh berencana menghilangkan defisit anggaran paling lambat 2023.





comments powered by Disqus