bisnis

Kuwait sokong perpanjangan kuota produksi minyak

Saudi dan Rusia Senin lalu sepakat memperpanjang pembatasan produksi minyak hingga Maret 2018.

17 Mei 2017 09:34

Kuwait menyokong seruan dua produsen minyak terbesar sejagat, Arab Saudi dan Rusia, untuk memperpanjang pembatasan produksi emas hitam sebagai upaya memulihkan harga minyak mentah global anjlok sejak pertengahan 2014.

"Kuwait mendukung penuh posisi bersama Arab Saudi dan Rusia buat memperpanjang pengurangan poduksi minyak hingga Maret 2018," kata Menteri Perminyakan Kuwait Issam al-Marzuq lewat keterangan tertulis kemarin.

Dalam pertemuan Senin lalu di Ibu Kota Beijing, Cina, Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Khalid al-Falih dengan Menteri Energi Rusia Alexander Novak bersepakat memperpanjang pelaksanaan kuota produksi minyak sampai 31 Maret 2018. 

Untuk mengerek harga minyak mentah dunia, OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dan produsen non-OPEC dipimpin Rusia November lalu meneken perjanjian buat mengurangi produksi. Sebanyak 13 anggota OPEC sepakat mengurangi produksi 1,2 juta barel sehari dan produsen non-OPEC sebesar 600 ribu barel per hari. 

Kesepakatan ini berlaku mulai Januari hingga Juni tahun ini. 

Seruan Saudi dan Rusia awal pekan ini muncul menjelang pertemuan OPEC Kamis minggu depan di Ibu Kota Wina, Austria. 

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Arab Saudi kurangi ekspor minyak 500 ribu barel bulan depan

Belum ada konsensus untuk mengurangi produksi minyak tahun depan.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arab News)

OPEC dan produsen non-OPEC setuju untuk tidak naikkan produksi minyak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meminta OPEC membantu menurunkan harga minyak mentah global dengan mengurangi produksi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi perlu harga minyak US$ 85 sebarel agar tidak defisit

Riyadh berencana menghilangkan defisit anggaran paling lambat 2023.





comments powered by Disqus