bisnis

Pemerintah targetkan kenaikan ekspor 5,6 persen ke kawasan Arab Teluk

Rapat koordinasi itu juga membahas perlindungan warga Indonesia berada di enam negara Arab Teluk.

01 Juni 2017 09:00

Indonesia tahun ini menargetkan peningkatan ekspor produk non-minyak dan gas ke enam negara Arab Teluk - Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Bahrain, dan Oman - sebesar 5,56 persen menjadi US$ 3,49 miliar.

Selain itu, diupayakan pula pembentukan FTA (Kawasan Perdagangan Bebas) antara Indonesia dengan enam negara Arab tergabung dalam GCC (Dewan Kerja Sama) Teluk itu. FTA ini perlu dibikin buat menghapus hambatan dalam perdagangan dan investasi antara kedua pihak, seperti dilansir siaran pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Doha, Qatar, diterima Albalad.co kemarin.

Kedua poin tersebut merupakan hasil keputusan pada rapat koordinasi antara pimpinan Kementerian Luar negeri dengan para kepala perwakilan di kawasan Arab Teluk, dilaksanakan baru-baru ini di Doha.

Rapat dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir ini diikuti oleh enam duta besar Indonesia di Arab Saudi, Qatar, UEA, Kuwait, Bahrain, dan Oman, serta dua konsul jenderal di Dubai dan Jeddah. Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri.

Targegt kenaikan ekspor menjadi US$ 3,49 miliar itu dirinci sebagai berikut: UEA (US$ 1,676 miliar), Arab Saudi (US$ 1,385 miliar), Oman (US$ 206 juta), Kuwait (US$ 124 juta), Qatar (US$ 57,6 juta), dan Bahrain (US$ 40,4 juta).

"Seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri agar lebih fokus pada hal-hal dapat dikerjakan dengan mudah dan konkret," kata Fachir. "Janganlah ragu untuk melakukan terobbosan-terobosan demi kemaslahatan rakyat."

Selain soal diplomasi ekonomi, menurut Duta Besar Indonesia untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi, rapat koordinasi tersebut juga membahas mengenai perlindungan warga Indonesia berda di enam negaara Arab Teluk.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR