bisnis

Pengusaha Qatar akan beli empat ribu sapi buat penuhi kebutuhan susu

Bakal diterbangkan ke Qatar menggunakan 60 pesawat Qatar Airways.

13 Juni 2017 17:27

Seorang pengusaha Qatar berencana membeli sekitar empat ribu sapi untuk memenuhi kebutuhan susu segar di negara itu.

Impor makanan dan minuman ke Qatar terganjal setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Mesir, dan Yaman Senin lalu memutuskan hubungan diplomatik. Mereka beralasan Qatar menyokong terorisme.

Arab Saudi, UEA, Bahrain juga melakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

Mutaz al-Khayyat, Chairman Power International Holding, bilang pembelian empat ribu sapi itu seharga US$ 8 juta. Khayyat juga bos dari Urbacon Trading & Contracting (UCC), yang membangun Mall of Qatar.

Khayyat menjelaskan empat ribu sapi itu akan diterbangkan ke Qatar menggunakan 60 pesawat Qatar Airways dari Australia dan Amerika Serikat. Berat rata-rata sapi 590 kilogram.

Dia juga sudah menyiapkan sebuah lahan seluas 70 lapangan sepak bola untuk membangun peternakan sapi. Lokasinya sekitar 50 kilometer sebelah utara Ibu Kota Doha.

 

 

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar tarik US$ 20 miliar dari cadangan devisa buat dana penyangga ekonomi

Moody's bulan lalu menyebutkan Qatar sudah menyuntikkan US$ 38,5 miliar ke dalam perekonomiannya sejak krisis diplomatik meletup.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Blokade gerus cadangan devisa Qatar US$ 38 miliar

Moody's menyebutkan simpanan asing di bank-bank Qatar sudah ditarik sebesar US$ 30 miliar selama Juni-Juli lalu.

Ibu Kota Doha, Qatar. (english.alarabiya.net)

Fitch turunkan peringkat utang Qatar

Fitch menduga pertumbuhan ekonomi Qatar menurun menjadi dua persen tahun ini dan melorot lagi ke 1,3 persen tahun depan, dibanding 2,2 persen tahun lalu.

Mata uang riyal Qatar. (Doha News)

Bank sentral Saudi bilang tidak ada perintah untuk berhenti bertransaksi dengan riyal Qatar

Arab Saudi bareng UEA, Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.





comments powered by Disqus