bisnis

Produksi minyak Libya kini hampir satu juta barel sehari

Libya memproduksi lebih dari 1,6 juta barel minyak sehari sebelum pecah pemberontakan pada 2011.

30 Juni 2017 14:09

Produksi minyak Libya kini antara 950 ribu sampai mendekati satu juta barel per hari, tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Angka produksi itu muncul di tengah konflik berkepanjangan di Libya, sejak revolusi meletup pada Februari 2011 dan akhirnya menumbangkan rezim Muammar Qaddafi. Situasi politik dan keamanan terus memburuk dan sekarang pemerintah Libya terbelah dua: dukungan Perserikatan bangsa-Bangsa di Ibu Kota Tripoli dan pemerintahan milisi di Tobruk, timur Libya.

Seorang sumber dalam industri minyak Libya mengungkapkan produksi minyak hampir satu juta barel per hari tersebut melampaui target ditetapkan the National Oil Corporation (NOC) bulan lalu.

Dia menambahkan fluktuasi produksi minyak Libya disebabkan persoalan teknis dan pembangkit listrik. Tapi dia meyakini negara Afrika Utara ini bisa menghasilkan minyak lebih dari satu juta barel tiap hari dalam waktu segera.

Libya merupakan anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) dikecualikan dalam kesepakatan pembatasan produksi minyak, dicapai antara OPEC dan produsen non-OPEC. Perjanjian ini mulanya berlaku enam bulan selama Januari-Juni, tapi lalu diperpanjang hingga Maret 2018.

Libya memproduksi lebih dari 1,6 juta barel minyak sehari sebelum pecah pemberontakan. Rata-rata produksi tidak sampai tembus satu juta barel tiap hari sejak Juli 2013.

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi naikkan harga bensin

IMF pernah memperkirakan Saudi tidak lagi mengalami defisit pada 2023.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Presiden Bursa Berlian Israel Yoram Dvash berpose bareng Mufti Hamka, pengusaha dari Indonesia. (Israel Diamond Exchange)

Delegasi pebisnis Indonesia kunjungi Bursa Berlian Israel

Awal bulan ini, Presiden Bursa Berlian Dubai Ahmad bin Sulayim juga datang menghadiri pertemuan Forum Berlian Dunia sekaligus mengunjungi Bursa Berlian Israel.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.





comments powered by Disqus