bisnis

Warga Qatar boikot produk-produk dari empat negara Arab pemboikot

Para pekerja restoran pun diminta oleh bos mereka untuk membuang bahan-bahan makanan dari Arab Saudi dan UEA.

01 Juli 2017 08:23

Segera setelah Arab Saudi menutup perbatasan daratnya dengan Qatar awal bulan ini, penduduk negara itu segera menyerbu supermarket untuk memborong makanan, minuman, dan kebutuhan pokok lainnya.

Kebanyakan produk di pasaran Qatar berasal dari Almarai, perusahaan asal Arab Saudi dan terbesar di Timur Tengah. Qatar mengimpor 80 persen dari kebutuhan makanan bagi warganya, kebanyakan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Namun seiring negara-negara lain, seperti Turki dan Iran, mulai mengekspor makanan ke Qatar, warga negara Arab mungil ini mulai beralih. Mereka tidak mau lagi membeli produk-produk dari empat negara Arab memblokade Qatar.

Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir ssejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara Arab Teluk tersebut menyokong terorisme. Arab Saudi, UEA, serta Bahrain juga menerapkan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

"Semua orang menanyakan kepada saya dari mana produk-produk itu berasal?" kata Ranjit Kumar, kasir di toko grosir Al-Mira di Ibu Kota Doha. "Kalau saya bilang dari Saudi atau Dubai, mereka tidak akan membeli."

Fahad Jasim at-Tamimi termasuk warga yang memboikot barang-barang dari Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir. "Saya tidak mau lagi membeli produk-produk dari keempat negara itu," ujarnya.

Para pekerja restoran pun diminta oleh bos mereka untuk membuang bahan-bahan makanan dari Arab Saudi dan UEA.

Meski produk-produk dari Almarai sudah diberi label potongan harga, tetap saja stoknya menumpuk karena boikot warga Qatar.

"Saya menghindari produk-produk mereka," tutur Syaima al-Kailani mahasiswi tengah berbelanja di supermarket Al-Mira di Doha, merujuk pada barang-barang asal Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir. "Barang-barang mereka tidak lagi menarik buat saya karena Anda lihat sendiri apa yang mereka katakan dan lakukan (pada Qatar)."

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar tarik US$ 20 miliar dari cadangan devisa buat dana penyangga ekonomi

Moody's bulan lalu menyebutkan Qatar sudah menyuntikkan US$ 38,5 miliar ke dalam perekonomiannya sejak krisis diplomatik meletup.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Blokade gerus cadangan devisa Qatar US$ 38 miliar

Moody's menyebutkan simpanan asing di bank-bank Qatar sudah ditarik sebesar US$ 30 miliar selama Juni-Juli lalu.

Ibu Kota Doha, Qatar. (english.alarabiya.net)

Fitch turunkan peringkat utang Qatar

Fitch menduga pertumbuhan ekonomi Qatar menurun menjadi dua persen tahun ini dan melorot lagi ke 1,3 persen tahun depan, dibanding 2,2 persen tahun lalu.

Mata uang riyal Qatar. (Doha News)

Bank sentral Saudi bilang tidak ada perintah untuk berhenti bertransaksi dengan riyal Qatar

Arab Saudi bareng UEA, Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.





comments powered by Disqus