bisnis

Arab Saudi akan naikkan harga bensin Oktober tahun ini

Saudi pada Desember 2015 meningkatkan harga bensin beroktan 91 menjadi 0,75 riyal per liter dari 0,45 riyal seliter. Meski begitu, harga baru tersebut masih termasuk yang termurah sejagat.

07 Juli 2017 08:32

Pemerintah Arab Saudi berencana menaikkan harga bensin paling cepat Oktober mendatang atau awal tahun depan, menurut empat sumber mengetahui detail rencana itu.

Arab Saudi meningkatkan harga jual bensin pada Desember 2015. Harga bensin beroktan 91 naik menjadi 0,75 riyal per liter dari 0,45 riyal seliter. Meski begitu, harga baru tersebut masih termasuk yang termurah sejagat.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih pada Desember tahun lalu bilang pemerintah bakal menaikkan lagi harga bahan bakar sebelum akhir tahun ini. Namun, menurut dua sumber, pemerintah masih harus mempelajari apakah kenaikan selanjutnya bakal memperlambat kegiatan industri atau tidak. Juga mengkaji apakah kenaikan itu akan memperburuk perekonomian.

Setelah dinaikkan pada Desember 2015, produk domestik bruto Arab Saudi melorot 0,5 persen di kuartal pertama.

Sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014, Arab Saudi mulai mencabut sejumlah subsidi, termasuk di sektor energi, untuk mengurangi defisit anggaran. IMF (Dana Moneter Internasional) telah memperkirakan negara Kabah itu mengalami defisit selama 2015-2020.

Selain mengurangi subsidi, Arab Saudi juga memberlakukan pajak penjualan atas rokok, minuman ringan dan energi, pajak terhadap ekspatriat, dan pajak bandar udara.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Defisit Arab Saudi turun 60 persen dalam sembilan bulan

Total pendapatan negara diperoleh hingga akhir kuartal ketiga tahun ini sebanyak 663,113 miliar riyal, tumbuh 47 persen ketimbang kuartal serupa tahun lalu.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi proyeksikan defisit US$ 34 miliar tahun depan

Arab Saudi baru lepas dari defisit pada 2023.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi diprediksi alami defisit 4,6 persen dari PDB

Secara empat tahun belakangan, 2015-2018, Arab Saudi mengalami defisit US$ 260 miliar.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi akan bebas dari defisit pada 2023

prediksi defisit tahun depan sebesar 195 miliar riyal (US$ 52 miliar),





comments powered by Disqus