bisnis

Aramco berencana investasi US$ 300 miliar dalam satu dasawarsa mendatang

Kerugian investasi di industri minyak dan gas sudah mencapai US$ 1 triliun dan makin sedikitnya penemuan ladang minyak baru.

11 Juli 2017 10:55

Saudi Aramco berencana menggelontorkan dana US$ 300 miliar untuk investasi dalam satu dasawarsa mendatang. 

Presiden sekaligus Chief Executive Officer Aramco Amin Nasir bilang rencana investasi besar-besaran itu untuk mempertahankan kapasitas produksi dan mengeksplorasi gas alam. 

Nasir menjelaskan pasokan minyak dunia kian mencemaskan, dengan kerugian investasi di industri minyak dan gas sudah mencapai US$ 1 triliun dan makin sedikitnya penemuan ladang minyak baru.

Dia menambahkan sedikitnya dibutuhkan tambahan 20 juta barel minyak per hari dalam lima tahun ke depan untuk mengatasi makin meningkatnya permintaan terhadap minyak dan kian menurunnya produksi minyak.

"Kelihatannya makin tumbuh keyakinan dunia bisa lebih dini memisahkan diri dari sumber-sumber energi telah terbukti dan dapat diandalkan seperti minyak dan gas, dengan asumsi salah energi alternatif dapat cepat dikembangkan," kata Nasir dalam sebuah konferensi di Kota Istanbul, Turki.

Nasir menekankan industri minyak bakal menjadi jantung dari energi global selama bertahun-tahun mendatang. Sebab transisi ke penggunaan energi alternatif butuh waktu lama dan rumit.

Dia menjelaskan penemuan volume minyak konvensional di seluruh dunia dalam empat tahun terakhir turun lebih dari 50 persen ketimbang empat tahun sebelumnya. 

Nasir menambahkan Aramco juga akan menggandakan produksi gas menjadi 23 juta kaki kubik setahun di dekade mendatang. 

 

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco akan bikin pompa bensin

Aramco membatalkan rencana IPO sebesar lima persen, tadinya dijadwalkan di semester kedua tahun ini.

Seorang karyawan Saudi Aramco tengah bertugas. (saudiaramco.com)

Aramco batalkan rencana IPO

Pangeran Muhammad menjelaskan IPO itu tadinya direncanakan pada semester kedua tahun ini.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR