bisnis

Boikot sebabkan cadangan devisa asing Bank Sentral Qatar anjlok US$ 10,4 miliar

Jumlah cadangan devisa asing di Bank Sentral Qatar bulan lalu sebesar US$ 24,4 miliar. Ini angka terendah dalam lima tahun terakhir.

31 Juli 2017 22:42

Cadangan devisa asing milik Bank Sentral Qatar anjlok hingga US$ 10,4 miliar bulan lalu, akibat sanksi ekonomi diberlakukan empat negara Arab pemboikot.

Data Bank Sentral Qatar diperlihatkan kemarin menunjukkan jumlah cadangan devisa asing di Bank Sentral Qatar bulan lalu sebesar US$ 24,4 miliar. Ini angka terendah dalam lima tahun terakhir.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), bahrain, dan mesir sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka beralasan negara Arab supertajir itu menyokong terorisme.

Arab Saudi, UEA, dan bahrain juga memberlakukan blokade darat, laut, dan udara terhadap Qatar.

Pemutusan hubungan diplomatik dan blokade berlanjut setelah Qatar menolak memenuhi 13 tuntutan diajukan keempat negara Arab tersebut. Permintaan itu akhir diturunkan menjadi enam sebagai syarat buat menormalisasi hubungan dengan Qatar.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Qatar tarik US$ 20 miliar dari cadangan devisa buat dana penyangga ekonomi

Moody's bulan lalu menyebutkan Qatar sudah menyuntikkan US$ 38,5 miliar ke dalam perekonomiannya sejak krisis diplomatik meletup.

Ibu Kota Doha, Qatar. (Arabian Business)

Blokade gerus cadangan devisa Qatar US$ 38 miliar

Moody's menyebutkan simpanan asing di bank-bank Qatar sudah ditarik sebesar US$ 30 miliar selama Juni-Juli lalu.

Ibu Kota Doha, Qatar. (english.alarabiya.net)

Fitch turunkan peringkat utang Qatar

Fitch menduga pertumbuhan ekonomi Qatar menurun menjadi dua persen tahun ini dan melorot lagi ke 1,3 persen tahun depan, dibanding 2,2 persen tahun lalu.

Mata uang riyal Qatar. (Doha News)

Bank sentral Saudi bilang tidak ada perintah untuk berhenti bertransaksi dengan riyal Qatar

Arab Saudi bareng UEA, Bahrain, dan Mesir sejak 5 Juni lalu memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR