bisnis

Qatar batasi maksimal 10 jam kerja bagi pekerja rumah tangga

Majikan wajib memberi libur sehari dalam sepekan dan cuti tiga minggu tiap tahun. Ketika kontrak pekerja rumah tangga itu berakhir, majikan mesti memberi bonus setara tiga minggu gaji untuk tiap tahun masa kerja.

25 Agustus 2017 07:09

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Selasa lalu menerbitkan Undang-undang Pekerja Rumah Tangga, beleid pertama untuk melindungi hak-hak pembantu, sopir, pengasuh anak, tukang kebun, dan tukang masak bekerja di negara Arab supertajir itu.

Undang-undang itu membatasi pekerja rumah tangga bekerja maksimal sepuluh jam sehari. Majikan juga harus membayar gaji mereka saban akhir bulan, seperti dilansir Qatar News Agency.

Beleid tersebut juga mewajibkan majikan memberi libur sehari dalam sepekan dan cuti tiga minggu tiap tahun. Ketika kontrak pekerja rumah tangga itu berakhir, majikan mesti memberi bonus setara tiga minggu gaji untuk tiap tahun.

Akta ini juga melarang merekrut pekerja rumah tangga berumur lebih dari 60 tahun dan kurang dari 18 tahun.

Menejlang persiapan Piala Dunia 2022, Qatar mendatang kan ratusan ribu buruh asing, teruatam dari Asia Selatan, termasuk sekitar seratus ribu perempuan bekerja di sektor rumah tangga.

Aturan baru tersebut diterbitkan saat Qatar tengah mendapat sorotan dari ILO (Organisasi Buruh Internasional). Lembaga di bawah naungan Perserikatan bangsa-Bangsa ini memberi tenggat hingga November mendatang untuk meningkatkan perlindungan hak asasi manusia atau bakal dikenai sanksi.

Peta Arab Saudi. (Arab News)

Kereta Trans Arab Teluk mulai beroperasi pada 2023

Di tahap pertama, proyek senilai Rp 217,8 triliun ini bakal menghubungkan Arab Saudi, UEA, dan Oman.

Dua jet Gulfstream 5 merupaan bagian dari skuadron pesawat mata-mata milik Angkatan Udara Israel. (IDF)

Perusahaan Israel dan UEA teken kesepakatan bersejarah untuk perangi Covid-19

Kerjasama ini antara Group 42 dengan Rafael Advanced Defense System dan Israel Aerospace Industries.

Pengendara skuter menutup hidung saat melewati tumpukan sampah di Ibu Kota Beirut, Libanon, Kamis, 23 Juli 2015. (Muhammad Azakir, the Daily Star)

Krisis ekonomi paksa warga Libanon pakai sistem barter buat peroleh kebutuhan dasar

Kursi goyang bayi ditukar dengan susu formula, gaun pengantin dengan alat pengaduk adonan kue elektrik.

Jet pribadi Challenger 604 terbang dari Ibu Kota Tel Aviv, Israel, mendarat di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 22 Oktober 2019. (Flightradar24)

Mulai besok, tarif VAT di Arab Saudi naik jadi 15 persen

Arab Saudi bareng UEA pertama kali memberlakukan VAT senilai lima persen sejak 1 Januari 2018.





comments powered by Disqus