bisnis

Saudi akan izinkan seratus persen kepemilikan asing di sektor kesehatan dan pendidikan

Saudi pada 2015 membuka seratus persen investasi asing di sektor perdagangan grosir serta ritel.

25 Agustus 2017 08:17

Arab Saudi bakal mengizinkan seratus persen kepemilikan asing di sektor kesehatan dan pendidikan.

Ini merupakan langkah terbaru dikeluarkan pemerintah negara Kabah itu untuk menggaet investasi asing karena selama ini harus bermitra dengan investor lokal.

"Kami akan membuka pusat-pusat pendidikan dengan kepemilikan asing seratus persen, bahkan dimulai dari tingkat sekolah dasar," kata Gubernur the Saudi Arabian General Investment Authority (SAGIA) Ibrahim al-Umar. "Ini sesuatu yang baru bagi Saudi."

Dia menambahkan di sektor kesehatan, Kementerian kesehatan Arab Saudi hanya akan menjadi pembuat kebijakan dan tidak lagi sebagai penyedia layanan. Dia memperkirakan aturan itu akan menggaet investasi asing hingga US$ 180 miliar dalam lima tahun.   

Tapi Ibrahim tidak menyebutkan kapan kebijakan baru ini mulai berlaku.

Melalui Visi 2030 diluncurkan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman tahun lalu, Arab saudi berupaya memberagamkan sumber-sumber pendapatan negara di luar minyak, setelah harga emas hitam global anjlok sejak ooertengahan 2014. Refrmasi ekonomi ini, termasuk melakukan privatisasi.

Wakil Menteri Ekonomi dan Perencanaan Arab Saudi April lalu bilang pemerintah tengah mengkaji rencana untuk menswastanisasi seluruh rumah sakit pemerintah dan 200 ribu toko farmasi. Proses ke arah itu dimulai dengan Rumah sakit Spesialis Raja Faisal.

Sedangkan Kementerian Pendidikn sudah menyewa HSBC sebagai penasihat keuangan untuk rencana memprivatisasi pembangunan dan manajemen gedung-gedung sekolah.

SAGIA pada 2015 membuka seratus persen investasi asing di sektor perdagangan grosir serta ritel. Bulan ini, SAGIA mengumumkan membuka kepemilikan asing secara penuh untuk perusahaan-perusahaan layanan teknik.  

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi perpanjang masa berlaku izin investasi asing jadi lima tahun

Sejak 1 Januari tahun ini, Saudi memberlakukan VAT (pajak pertambahan nilai) sebesar lima persen, pajak atas ekspatriat, dan mencabut subsidi bahan bakar serta listrik.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Arab Saudi salurkan bantuan uang tunai bagi warga miskin mulai hari ini

Penyaluran bantuan tahap pertama ini ditujukan bagi 82 persen dari total penerima. Untuk tahap kedua bakal dimulai pada 10 Januari 2018.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arabian Business)

Arab Saudi mulai besok salurkan bantuan uang tunai bagi keluarga miskin

Lebih dari 3,7 juta keluarga atau sekitar 13 juta orang berhak menerima bantuan uang tunai tersebut.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arabian Business)

Menteri energi Saudi sebut penangkapan besar-besaran tidak rugikan investasi

Lebih dari 200 orang ditahan. Selain itu, sekitar 1.700 rekening senilai US$ 800 miliar sudah dibekukan.





comments powered by Disqus