bisnis

670 ribu ekspatriat akan tinggalkan Arab Saudi pada 2020

Saban tahun 165 ribu ekspatriat bakal pergi dari negara Kabah tersebut.

04 September 2017 20:58

Hingga 2020 bakal ada sekitar 670 ribu pekerja asing meninggalkan Arab Saudi, menurut sebuah laporan dipersiapkan oleh Banque Saudi Fransi.

Menurut laporan itu, saban tahun 165 ribu ekspatriat bakal pergi dari negara Kabah tersebut, seperti dilansir surat kabar Mecca. Situasi semacam itu terjadi lantaran mulai Juli tahun ini pemerintah Arab Saudi memberlakukan pajak seratus riyal sebulan terhadap tiap orang menjadi tanggungan ekspatriat.

Pajak bagi tanggungan ekspatriat ini berlaku terhadap istri, anak, sopir, atau pembantu dari pekerja asing ikut tinggal di Arab Saudi. Dengan penerapan pajak baru tersebut, negara Dua Kota Suci tersebut diprediksi bakal meraup pendapatan US$ 20 miliar dalam tiga tahun ke depan.

Saat ini terdapat 11, 7 juta warga negara asing di Arab Saudi, terdiri dari 7,4 juta ekspatriat dan 4,3 juta tanggungan.

Melalui Visi 2030 diluncurkan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman tahun lalu, Arab Saudi berupaya memberagamkan ekonominya dan tidak lagi mengandalkan minyak. Salah satunya melalui pemberlakukan pajak dan beragam biaya lainnya.

Reformasi ekonomi ini dilakukan setelah Arab Saudi mengalami defisit akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014. IMF (Dana Moneter Internasional) memperkirakan Saudi dililit defisit selama 2015-2020.

 

Perusahaan minyak asing beroperasi di Irak. (Al-Jazeera)

Irak bisa jadi pemasok minyak terbesar ketiga di dunia pada 2030

Kapasitas produksi minyak Irak saat ini sebesar 4,6 juta barel per hari.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Arab Saudi salurkan bantuan uang tunai bagi warga miskin mulai hari ini

Penyaluran bantuan tahap pertama ini ditujukan bagi 82 persen dari total penerima. Untuk tahap kedua bakal dimulai pada 10 Januari 2018.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arabian Business)

Arab Saudi mulai besok salurkan bantuan uang tunai bagi keluarga miskin

Lebih dari 3,7 juta keluarga atau sekitar 13 juta orang berhak menerima bantuan uang tunai tersebut.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

IMF desak Saudi tidak terburu-buru dalam mereformasi ekonomi

Arab Saudi akan memperoleh pendapatan kotor US$ 67,7 miliar setahun pada 2020 dari kenaikan bahan bakar dan listrik.





comments powered by Disqus