bisnis

Proyek pembangunan tengah berjalan di Arab Teluk senilai US$ 2,4 triliun

Saat ini proyek pembangunan tengah berlangsung di Timur Tengah berjumlah 25.324 senilai US$ 7,2 triliun.

12 September 2017 10:53

Total nilai dari 21.893 proyek pembangunan tengah berjalan di enam negara Arab Teluk - Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman - hingga awal bulan ini sebesar US$ 2,4 triliun.

Dalam laporan BNC Construction Intelligence pada bulan ini, disebutkan dari total nilai proyek itu sebesar US$ 1,18 triliun adalah proyek pembangunan perkotaan.

BNC Network menyebutkan proyek pembangunan perkotaan di kawasan Arab Teluk mencapai 80 persen dari jumlah keseluruhan proyek. 

CEO BNC Network Avin Gadwani bilang ini merupakan situasi menggembirakan bagi dunia bisnis. "Pemerintah dan sektor swasta di kawasan Arab Teluk kelihatannya tidak terganjal oleh perlambatan perekonomian global dan rendahnya harga minyak," katanya. 

Proyek tengah aktif di Arab Teluk berjumlah 85 persen dari seluruh proyek tengah berjalan di kawasan Timur Tengah.

Saat ini proyek pembangunan tengah berlangsung di Timur Tengah berjumlah 25.324 senilai US$ 7,2 triliun.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Tim eksplorasi Saudi Aramco. (saudiaramco.com)

Aramco perusahaan paling untung di dunia

Aramco meraup laba bersih Rp 1.581 triliun.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.

Logo Saudi Binladin Group. (Arab News)

Pemerintah Arab Saudi ambil alih manajemen Binladin Group

Istidama memperoleh 36,22 persen saham Binladin Group dari tiga Bin Ladin bersaudara , yaitu Bakr, Saleh, dan Saad, ditangkap atas tudingan korupsi oleh komisi dipimpin oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus