bisnis

Arab Saudi cabut larangan aplikasi telepon suara dan video mulai Rabu pekan depan

Alhasil, para pengguna nomor telepon seluler Arab Saudi bisa memakai layanan telepon suara dan video lewat aplikasi WhatsApp, Skype, dan Viber untuk melakukan atau menerima panggilan telepon.

14 September 2017 10:32

Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi Abdullah bin Amir as-Sawahah kemarin bilang pihaknya akan mencabut larangan VOIP (aplikasi telepon suara dan video lewat Internet) mulai Rabu pekan depan.

Alhasil, para pengguna nomor telepon seluler Arab Saudi bisa memakai layanan telepon suara dan video lewat aplikasi WhatsApp, Skype, dan Viber untuk melakukan atau menerima panggilan telepon. Selama ini yang bisa dilakukan hanya berbincang melalui pesan teks saja.

Pengumuman itu dia sampaikan melalui akun Twitternya. "Kerja sama bagus dengan para operator telekomunikasi di bawah payung "Konsumen adalah Prioritas" ini merupakan sebuah kebijakan untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh pelanggan buat memenuhi harapan dan memuaskan kebutuhan mereka," kata Sawahah.

Keputusan ini merupakan kelanjutan dari langkah untuk menaikkan level keterbukaan dan kejelasan di sektor telekomunikasi.

Sawahah mengatakan upaya meningkatkan pengalaman pelanggan dan membangun sebuah masyarakat digital di Arab Saudi sejalan dengan Visi 2030 diluncurkan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman tahun lalu.

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi naikkan harga bensin

IMF pernah memperkirakan Saudi tidak lagi mengalami defisit pada 2023.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Presiden Bursa Berlian Israel Yoram Dvash berpose bareng Mufti Hamka, pengusaha dari Indonesia. (Israel Diamond Exchange)

Delegasi pebisnis Indonesia kunjungi Bursa Berlian Israel

Awal bulan ini, Presiden Bursa Berlian Dubai Ahmad bin Sulayim juga datang menghadiri pertemuan Forum Berlian Dunia sekaligus mengunjungi Bursa Berlian Israel.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.





comments powered by Disqus