bisnis

Arab Saudi segera terbitkan obligasi internasional ketiga buat atasi defisit

Negara Kabah itu diperkirakan mengalami defisit US$ 53 miliar tahun ini.

26 September 2017 06:25

Arab Saudi segera menerbitkan obligasi internasinal ketiganya buat mengatasi defisit, setelah penjualan surat utang negara senilai US$ 17,5 miliar tahun lalu dan sukuk US$ 9 miliar tahun ini.

Sejumlah sumber di perbankan mengungkapkan Arab Saudi bakal melepas obligasi bermata uang dolar tersebut hingga senilai US$ 10 miliar. Negara Kabah ini juga sudah merilis sukuk di pasar domestik senilai 37 miliar riyal (US$ 9,9 miliar).

Penjualan obligasi internasional kedua tahun ini tersebut buat menutup defisit anggaran 2017 diprediksi sebesar US$ 53 miliar. IMF (Dana Moneter Internasional) telah memperkirakan Arab Saudi akan mengalami defisit selama 2015-2020 akibat melorotnya harga minyak mentah global sejak pertengahan 2014.

Upaya lain buat mengatasi defisit, Arab Saudi berencana menaikkan harga bensin dan avtur hingga 80 persen pada November mendatang.

Untuk penjualan obligasi internasional ketiganya itu, Arab Saudi telah menunjuk Goldman Sachs Group Inc, GIB Capital, HSBC Holdings, JPMorgan Chase & Co, dan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc sebagai pelaksana.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Arab Saudi defisit Rp 125 triliun di kuartal kedua tahun ini

Ketimbang periode serupa tahun lalu, pengeluaran di kuartal kedua tahun ini naik lima persen, dengan 27 persen kenaikan di belanja modal dan 71 persen untuk subsidi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

IMF prediksi Arab Saudi alami defisit 6,5 persen

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi negeri Dua Kota Suci itu tahun ini sebesar 1,9 persen.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Standard & Poor prediksi Arab Saudi bebas dari defisit pada 2023

Arab Saudi mengalami defisit sejak harga minyak mentah global anjlok pada pertengahan 2014.





comments powered by Disqus