bisnis

Irak akan ambil alih dua bandar udara di Kurdistan

Turki, Yordania, Mesir, dan Libanon bakal menghentikan semua penerbangan ke Irbil dan Sulaimaniyah mulai besok.

28 September 2017 12:02

Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi telah memberi tenggat hingga besok kepada KRG (Pemerintah Regional Kurdistan) untuk menyerahkan bandar udara internasional di kota Irbil dan Sulaimaniyah kepada pemerintah pusat di Baghdad. 

"Kami tidak akan berkompromi soal persatuan dan kedaulatan Irak," kata Abadi melalui Twitter Selasa lalu, sehari setelah Kurdistan menggelar referendum di mana kubu prokemerdekaan meraup 92,73 persen. "Irak itu kuat. Sebagian pihak ingin melemahkan. Mereka telah salah berhitung."

Baghdad juga meminta semua maskapai asing menghentikan penerbangan internasional dari dan menuju ke dua bandar udara itu. Namun penerbangan domestik di kedua bandar udara itu tetap diizinkan.

Menteri Transportasi Kurdistan Maulud Bawa Murad menegaskan pihaknya menolak menyerahkan bandar udara di Irbil dan Sulaimaniyah kepada Baghdad. Dia beralasan hal itu bisa merusak reputasi badan penerbangan sipil Irak. 

Apalagi, menurut Bawa Murad, pengoperasian kedua bandar udara tersebut diawasi oleh otoritas penerbangan sipil di negara Mullah itu.

"Jika keputusan ini untuk menghukum rakyat Kurdistan karena menggelar referendum kemerdekaan, maka perundingan dengan Baghdad tidak akan mencapai penyelesaian," katanya.

Bawa Murad menjelaskan penghentian penerbangan internasional di bandar udara Irbil dan Sulaimaniyah bakal mempengaruhi nasib banyak orang. Sebab kedua bandar udara ini menjadi pusat transportasi bagi bantuan kemanusiaan, pasien, mahasiswa, perantau, dan misi diplomatik. 

Dia menambahkan kedua bandar udara itu juga menjadi basis untuk jet-jet tempur pasukan koalisi dipimpin Amerika Serikat dalam menggempur milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Sejumlah negara sudah menyatakan bakal menghentikan penerbangan menuju dan dari Kurdistan atas permintaan Baghdad. Irak memutuskan akan menyetop seluruh penerbangan internasional ke Kurdistan mulai besok pukul enam sore waktu setempat.

Maskapai Turkish Airlines, Atlas Global, dan Pegasus asal Turki bakal menghentikan penerbangan ke Irbil dan Sulaimaniyah besok. 

Middle East Airlines mengumumkan akan mematuhi keputusan Baghdad, namun maskapai dari Libanon ini akan meningkatkan frekuensi penerbangan untuk memastikan tidak ada warga Libanon terjebak di Kurdistan. 

Royal Jordanian juga akan menghentikan semua penerbangan tujuan Irbil dan Sulaimaniyah mulai besok. 

Dua sumber dalam Egypt Air bilang maskapai asal Mesir tersebut bakal menyetop semua penerbangan ke mulai Irbil besok. 

Flydubai bakal menghentikan rute ke Irbil mulai Sabtu pekan ini. 

Sedangkan Iran telah menyetop semua penerbangan ke Kurdistan sehari sebelum referendum dilaksanakan. 

CEO MUbadala Petroleum Bakhit al-Katiri. (Arabian Business)

Mubadala Petroleum kuasai 20 persen saham di dua ladang gas di Indonesia

Mubadala Petroleum akan menjadi operator terbesar di Blok Andaman I dan Blok Andaman Selatan

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi naikkan harga bensin

IMF pernah memperkirakan Saudi tidak lagi mengalami defisit pada 2023.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Presiden Bursa Berlian Israel Yoram Dvash berpose bareng Mufti Hamka, pengusaha dari Indonesia. (Israel Diamond Exchange)

Delegasi pebisnis Indonesia kunjungi Bursa Berlian Israel

Awal bulan ini, Presiden Bursa Berlian Dubai Ahmad bin Sulayim juga datang menghadiri pertemuan Forum Berlian Dunia sekaligus mengunjungi Bursa Berlian Israel.





comments powered by Disqus