bisnis

UEA berlakukan cukai rokok dan minuman ringan mulai 1 Oktober

Enam negara Arab Teluk sepakat menerapkan VAT mulai Januari 2018.

28 September 2017 17:50

Uni Emirat Arab (UEA) akan memberlakukan cukai pajak terhadap produk minuman ringan dan tembakau mulai 1 Oktober atau Ahad pekan ini.

Dalam jumpa pers di Dubai kemarin, Direktur Otoritas Pajak Federal UEA Khalid al-Bustani menjelaskan minuman berkarbonasi bakal dikenai cukai 50 persen, sedangkan minuman berenergi serta rokok sama-sama dikenakan cukai seratus persen.

Cukai atas ketiga jenis produk itu mesti dibayarkan pengusaha terdaftar saban bulan tiap tanggal 15.

Menteri Negara Urusan Keuangan UEA Ubaid at-Tayir Maret lalu bilang pemberlakukan cukai rokok diperkirakan bisa mendatangkan pendapatan bagi negara US$ 545 juta setahun.

Sesuai kesepakatan, enam negara anggota GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) - Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman - bakal menerapkan VAT (pajak pertambahan nilai) sebesar lima persen mulai Januari 2018.

Sejak harga minyak mentah global melorot pada pertengahan 2014, keenam negara Arab Teluk itu mulai mencari sumber alternatif buat pendapatan negara di luar minyak dan gas. Salah satunya dengan memberlakukan pajak atas barang dan jasa.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arabian Business)

Arab Saudi akan bikin bank ekspor bermodal US$ 8 miliar

Untuk tahap awal, pemerintah Saudi tahun ini sudah menggelontorkan modal lima miliar riyal.

Menteri Perdagangan dan Investasi Arab Saudi Majid al-Qasabi. (Arabian Business)

Majelis Syura Arab Saudi sahkan beleid kepailitan

Saudi menganggarkan US$ 19,2 miliar untuk pembangunan sektor swasta tahun depan.

Kunjungan delegasi dari kadin Indonesia diterima Kadin Qatar di Ibu Kota Doha, Qatar, 11 Desember 2017. (KBRI Doha buat Albalad.co)

Kadin Qatar dukung keterlibatan Indonesia dalam Piala Dunia 2022

Pemerintah Qatar tengah gencar melakukan berbagai reformasi ekonomi agar memudahkan para pelaku usaha asing dan lokal untuk membuka membuka usaha.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Arab Saudi naikkan tarif listrik mulai 1 Januari 2018

Tarif listrik terendah nantinya 18 halala per kilowatt.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi akan bikin bank ekspor bermodal US$ 8 miliar

Untuk tahap awal, pemerintah Saudi tahun ini sudah menggelontorkan modal lima miliar riyal.

15 Desember 2017

TERSOHOR