bisnis

Indonesia akan beli gas dari Qatar seharga US$ 7 per MMBTU

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat.

24 Oktober 2017 04:58

Indonesia akan membeli LNG (gas alam cair) dari Qatar untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Indonesia timur dengan harga US$ 7,16 per MMBTU.

"Sekarang Pak Archandra (Wakil menteri Energi, dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar) sudah menyelesaikan (prosesnya), hampir final. Harganya itu di US$ 7,16 per MMBTU," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kemarin di Istana Negara, Jakarta.

Menurut dia, alasan pemerintah membeli LNG dari Qatar karena harga lebih murah dari gas di dalam negeri dan dapat dijadikan contoh bagi industri gas domestik ‎dalam menekan biaya produksi.

Qatar merupakan produsen sekaligus eksportir gas terbesar sejagat. Negara Arab supertajir ini saban tahun memproduksi sekitar 77 juta ton gas dan telah mengumumkan bakal menaikkan jumlah produksi menjadi seratus juta ton per tahun.  

Presiden Joko Widodo berharap semua perjanjian kerja sama dengan Qatar, ditandatangani saat lawatan kenegaraan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani Rabu pekan lalu, sudah bisa diaksanakan di kuartal pertama tahun depan.

Menteri Keuangan Arab Saudi Muhammad al-Jadaan. (Arab News)

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian di Israel. (embassies.gov.il)

Grup Djarum bangun 26 reservoir air berteknologi Israel di Sumba Timur

Eko Putro menekankan Djarum membeli teknologi Israel itu melalui Taiwan jadi bukan langsung ke Israel.

Dermaga kapal tanker Nakilat-Keppel di ladang gas Ras Laffan, Qatar. (arabianoilandgas.com)

Qatar akan keluar dari OPEC pada 1 Januari 2019

Negara Arab supertajir ini ingin berfokus untuk meningkatkan produksi gasnya dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton per tahun.

Syekh Misyaal bin Jabar ats-Tsani, Direktur Energi Kementerian Energi dan Industri Qatar, saat menjelaskan soal kebijakan energi Qatar dalam Forum Bisnis Indonesia-Qatar di Jakarta, 18 Oktober 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Blokade tidak halangi pasokan gas dari Qatar

Qatar berencana meningkatkan produksi LNG dari 77 juta ton menjadi seratus juta ton setahun.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR