bisnis

Arab Saudi luncurkan proyek kota raksasa senilai US$ 500 miliar

Salah satu keuntungan kunci dari Neom adalah 70 persen dari total penduduk planet ini bakal mampu mencapai kota raksasa itu dalam delapan jam.

24 Oktober 2017 18:39

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman hari ini meluncurkan sebuah proyek kota raksasa diberi nama Neom senilai lebih dari Rp 500 miliar.

Kota raksasa ini diklaim sebagai tempat teraman, paling efisien, paling berorientasi masa depan, dan lokasi terbaik untuk tinggal dan bekerja di Arab Saudi. Proyek itu terletak di barat daya Saudi dan menempati lahan seluas 26.500 kilometer persegi.

Proyek investasi bernilai lebih dari US$ 500 miliar tersebut akan didanai oleh PIF (Dana Investasi Pemerintah) Arab Saudi, investor lokal dan internasional. "Neom akan berfokus pada sembilan sektor investasi khusus dan kondisi kehidupan akan mendorong peradaban manusia di masa depan, energi dan air, mobilitas, bioteknologi, makanan, ilmu pengetahuan teknologi dan digital, manufaktur berteknologi mutakhir, media, dan hiburan dengan kehidupan sebagai dasarnya," kata Pangeran Muhammad bin Salman, juga menjabat Chairman PIF.

Neom ini akan berlokasi di salah satu pusat perekonomian global tersibuk, di mana hampir sepersepuluh  nilai perdagangan dunia melewati wilayah itu. Menghadap ke arah Laut Merah, kebutuhan listrik NEOm akan dipasok dari pembangkit listrik tenaga surya dan angin.

Salah satu keuntungan kunci dari Neom adalah 70 persen dari total penduduk planet ini bakal mampu mencapai kota raksasa itu dalam delapan jam.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bani Saud keluarga paling tajir keempat sejagat

Bani Saud, terdiri dari 15 ribu anggota mulai bayi hingga lanjut usia, menguasai kekayaan berjumlah Rp 1.422,3 triliun.

Seorang teknisi tengah bertugas di sebuah fasilitas milik Saudi Aramco. (Twitter/@Saudi_Aramco)

IPO Aramco dijadwalkan tahun depan

Waktu pelaksanaan IPO bergantung pada kondisi pasar, jumlah saham akan dilepas, dan pengambilalihan Aramco atas mayoritas saham perusahaan petrokimia SABIC dari PIF (Dana Investasi Pemerintah).

Daftar produk Turki diserukan untuk diboikot di Arab Saudi. (Twitter)

Aktivis Saudi serukan boikot semua produk Turki

Para aktivis Arab Saudi itu menegaskan kampanye boikot produk Turki ini untuk menghukum Erdogan lantaran terlalu mencampuri urusan dalam negeri Saudi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman beli aplikasi penyadap telepon seluler dari Israel seharga US$ 55 juta

Dalam sebuah pertemuan, perwakilan Israel menolak permintaan Arab Saudi untuk membongkar identitas pengguna sebuah akun Twitter antirezim.





comments powered by Disqus