bisnis

Emirates Global Aluminium akan IPO tahun depan

Emirates Global Aluminium mengekspor produksinya ke lebih dari 60 negara dengan pendapatan bersih US$ 2,7 miliar per tahun dalam empat tahun terakhir.

26 Oktober 2017 05:03

CEO Mubadala Investment Company Khaldun al-Mubarak kemarin bilang pihaknya akan melakukan IPO (penjualan saham perdana) atas Emirates Global Aluminium tahun depan.

"Kami berharap untuk membawa perusahaan ini (Emirates Global Aluminium) ke bursa pada 2018," kata Mubarak di konferensi bertajuk the Future Investment Initiative, dilangsungkan di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 24-26 Oktober.

Maret lalu, muncul kabar Bank of America Merrill Lynch, Goldman Sachs, dan JP Morgan telah ditunjuk untuk menangani IPO Emirates Global Aluminium. Ini untuk kali pertama Al-Mubarak mengakui secara terbuka mengenai rencana IPO tersebut.

Emirates Global Aluminium, dimiliki oleh Mubadala dan Investment Corporation of Dubai (ICD), dibentuk pada 2013 setelah terjadi peleburan antaran Dubai Aluminium dan Emirates Aluminium.

Tahun lalu, laba diraih Emirates Global Aluminium meningkat menjadi US$ 570 miliar meski pendapatan menurun. Menurut Al-Mubarak, perusahaan itu berhasil bertahan dari kejatuhan harga komoditas aluminium pada 2015 dengan mengurangi ongkos produksi.

Emirates Global Aluminium merupakan salah satu penghasil aluminium terbesar sejagat. Perusahaan ini berkapasitas produksi 2,5 juta ton per tahun atau empat persen dari total produksi aluminium dunia. Emirates Global Aluminium mengekspor produksinya ke lebih dari 60 negara dengan pendapatan bersih US$ 2,7 miliar per tahun dalam empat tahun terakhir.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuan bilateral di Singapura, 20 Februari 2017. (Facebook/Lee Hsien Loong)

Prihatin atas krisis ekonomi akibat Covid-19, presiden Israel minta gajinya dipotong 10 persen

Pemerintah Israel kemarin memutuskan memotong gaji semua anggota kabinet, termasuk perdana menteri, dan seluruh anggota Knesset.

Perusahaan-perusahaan terdaftar dalam bursa paralel Nomu, diluncurkan di Arab Saudi pada 26 Februari 2017. (Supplied)

Investor UEA tanam modal di perusahaan teknologi keuangan asal Israel

Tapi Al-Balusyi tidak memberitahu berapa nilai investasi atau persentase saham dia kuasai di Fintica.

Semangkuk es krim Berlian Hitam dijual seharga Rp 10,5 juta. Es krim ini djual di kedai Scoopi di Kota Dubai, Uni Emirat Arab. (www.arabianbusiness.com)

Bursa Berlian Dubai jalin kerjasama dengan Bursa Berlian Israel

Nilai ekspor berlian Israel pada 2003 sebesar US$ 3,6 miliar tahun lalu meningkat menjadi US$ 23 miliar. 

Bandar Udara Internasional Abu Dhabi di Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 25 April 2015. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Abu Dhabi Investment Office akan buka kantor di Tel Aviv

Itu bakal menjadi kantor pertama ADIO di luar UEA.





comments powered by Disqus