bisnis

Arab Saudi sokong perpanjangan kesepakatan pembatasan produksi minyak

Perjanjian ini mulanya berlaku selama Januari hingga Juni 2017, namun diperpanjang sampai Maret 2018.

31 Oktober 2017 08:10

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Sabtu pekan lalu bilang negaranya siap mendukung perpanjangan kesepakatan pembatasan produksi minyak.

Dia mengatakan kesepakatan dicapai antara OPEC (Negara-negara Pengekspor Minyak) dan produsen non-OPEC saat ini berhasil menyeimbangkan kembali antara pasokan dan permintaan minyak global. "Areab Saudi menegaskan kesiapannya untuk memperpanjang kesepakatan pembatasan produksi, terbukti berhasil menyeimbangkan lagi suplai dan permintaan," kata Pangeran Muhammad bin Salman.

Produsen minyak OPEC dan non-OPEC mencapai kesepakatan akhir 2016 untuk mengurangi produksi minyak hingga 1,8 juta barel per hari. Perjanjian ini mulanya berlaku selama Januari hingga Juni 2017, namun diperpanjang sampai Maret 2018.

Kesepakatan tersebut dicapai buat memulihkan harga minyak melorot sejak pertengahan 2014.  

OPEC bakal menggelar pertemuan di Ibu Kota Wina, Austria, 7 November mendatang dan akan membahas rencana memperpanjang kesepakatan pembatasan produksi minyak.

Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih saat wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya, di sela lawatannya ke Cina, 31 Agustus 2016. (Al-Arabiya)

Arab Saudi kurangi produksi minyak 800 ribu barel bulan ini

Bulan depan, produksi dikurangi lagi seratus ribu barel menjadi 7,1 juta barel per hari.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih. (Gulf Business)

Arab Saudi kurangi ekspor minyak 500 ribu barel bulan depan

Belum ada konsensus untuk mengurangi produksi minyak tahun depan.

Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid al-Falih. (Arab News)

OPEC dan produsen non-OPEC setuju untuk tidak naikkan produksi minyak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka meminta OPEC membantu menurunkan harga minyak mentah global dengan mengurangi produksi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Arab Saudi perlu harga minyak US$ 85 sebarel agar tidak defisit

Riyadh berencana menghilangkan defisit anggaran paling lambat 2023.





comments powered by Disqus

Rubrik bisnis Terbaru

Arab Saudi raup surplus pertama sejak 2014

Naiknya harga minyak mentah global, penerapan pajak pertambahan nilai, dan pengurangan subsidi energi ikut membantu mengatasi defisit anggaran Arab Saudi.

24 April 2019

TERSOHOR