bisnis

HSBC akan ikut danai proyek kota raksasa senilai Rp 500 miliar di Arab Saudi

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengumumkan proyek Neom itu Selasa pekan lalu.

31 Oktober 2017 18:34

CEO HSBC Stuart Gulliver bilang pihaknya tertarik untuk ikut mendanai proyek pembangunan kota raksasa Neom senilai lebih dari US$ 500 miliar.

Dalam wawancara khusus dengan Al-Arabiya di sela konferensi bertajuk the Future Investment Initiative, berlangsung di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 24-26 Oktober, Gulliver bilang proyek pembangunan Neom merupakan kebijakan berani dan inovatif. Dia meyakini proyek ini bisa menjadi salah satu target Saudi untuk memberagamkan perekonomian selain minyak.

"Proyek itu akan menciptakan permintaan dalam jumlah sangat besar atas bahan baku dan konstruksi untuk membangun sebuah kota raksasa," kata Gulliver.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengumumkan proyek Neom itu Selasa pekan lalu. Kota ini akan menempati lahan seluas 26 ribu kilometer persegi dan terletak di tepi Laut Merah.

SoftBank Group dari Jepang sebelumnya juga sudah menyatakan bakal terlibat dalam proyek Neom.

Pompa bensin di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Arab Saudi naikkan harga bensin

IMF pernah memperkirakan Saudi tidak lagi mengalami defisit pada 2023.

Ibu Kota Muskat, Oman. (Arabian Business)

IMF desak Oman segera berlakukan VAT

Defisit Oman tahun lalu diperkirakan sembilan persen, turun dari 13,9 persen pada 2017.

Presiden Bursa Berlian Israel Yoram Dvash berpose bareng Mufti Hamka, pengusaha dari Indonesia. (Israel Diamond Exchange)

Delegasi pebisnis Indonesia kunjungi Bursa Berlian Israel

Awal bulan ini, Presiden Bursa Berlian Dubai Ahmad bin Sulayim juga datang menghadiri pertemuan Forum Berlian Dunia sekaligus mengunjungi Bursa Berlian Israel.

Bank Sentral Kuwait. (Arabian Business)

Kuwait sahkan APBN dengan proyeksi defisit Rp 310 triliun

Cadangan devisa Kuwait saat ini berjumlah Rp 8.450 triliun.





comments powered by Disqus